8000 UMKM Baru Kantongi NIB, Pemkot Mataram Siapkan Spot Kuliner
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Pada tahun 2025, terdapat 8.000 UMKM baru di Kota Mataram yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha sebagai legalitas resmi usaha.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperinkop UKM) Kota Mataram, Jemmy Nelwan menyatakan, peningkatan jumlah UMKM yang memiliki NIB mencerminkan tingginya kesadaran pelaku usaha. Kesadaran tersebut terkait pentingnya legalitas dalam menjalankan usaha.
“Ini perkembangan yang sangat positif. Dengan memiliki NIB, UMKM akan lebih mudah mendapatkan akses permodalan, pelatihan, hingga peluang masuk ke pasar modern,” ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Berdasarkan data Disperinkop UKM, total UMKM di Kota Mataram saat ini mencapai 26.164 unit usaha. Pemerintah terus mendorong pelaku UMKM, agar tidak hanya berkembang dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas produk dan daya saing.
Salah satu langkah strategis dengan membawa 10 UMKM unggulan sektor kuliner, untuk melakukan studi tiru ke Surabaya, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, para pelaku usaha belajar langsung mengenai standar produksi. Selain itu, belajar sistem pengemasan produk di pabrik Bogasari dan PT Astra Graphia.
Menurut Jemmy, kunjungan itu bertujuan agar produk UMKM lokal bisa “naik kelas” dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami ingin pelaku UMKM di Mataram memahami standar produksi yang baik, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga teknik pengemasan modern agar kualitas produknya lebih konsisten dan menarik,” katanya.
Selain fokus pada peningkatan kualitas usaha, Pemkot Mataram juga tengah menyiapkan program inovatif berupa pembangunan Spot UMKM di tingkat kelurahan. Rencananya, program tersebut akan berkembang menjadi kampung kuliner, yang melibatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan swasta.
“Ke depan kami ingin setiap kelurahan memiliki pusat kuliner dan ruang promosi UMKM sendiri. Ini akan menjadi penggerak ekonomi kreatif masyarakat sekaligus memperkuat identitas kuliner di tiap wilayah,” jelas Jemmy. (*)




