Kota MataramLingkungan

80 Titik Tempah Dedoro Jadi Andalan Pagesangan Barat Wujudkan Lingkungan Bersih

Mataram (NTBSatu) – Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, menjadi salah satu penerima Program Desa Berdaya inisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Pemerintah kelurahan memfokuskan program pada dua sektor utama, yaitu penanganan sampah dan ketahanan pangan. Lurah Pagesangan Barat, Putri Aydul Sakinah menjelaskan, wilayah yang ia pimpin terdiri atas enam lingkungan dengan sekitar 11.529 kepala keluarga. Penentuan fokus tersebut melalui musyawarah warga dan mempertimbangkan kondisi nyata lapangan.

“Dari tiga tema yang ada, kami memilih lingkungan dan ketahanan pangan karena itu yang masyarakat paling butuhkan,” ujar Putri.

IKLAN

Usulan program telah diverifikasi oleh dinas teknis dan akan terlaksana dengan pendampingan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB. Untuk mendukung penanganan sampah, pemerintah kelurahan mengembangkan Tempah Dedoro pada 80 titik.

Program ini mendorong warga mengolah sampah organik langsung dari rumah sehingga volume sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkurang.

“Lewat Program Desa Berdaya, kami membangun Tempah Dedoro di 80 titik agar masyarakat bisa menyelesaikan sampah organik dari rumah masing-masing,” jelas Putri.

IKLAN

Perkuat Ketahanan Pangan

Selain pengelolaan sampah, program juga memperkuat ketahanan pangan melalui bantuan bibit ayam, bibit sayuran, pupuk, dan sarana pendukung lainnya. “Kami berharap program ini meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan,” tambahnya.

Untuk operasional harian, kelurahan menugaskan enam operator sampah di setiap lingkungan. DLH Kota Mataram turut menyediakan satu unit truk pengangkut sampah yang beroperasi setiap hari.

TPS mobile ditempatkan di lokasi strategis agar warga mudah membuang sampah anorganik, sementara sampah organik diolah melalui Tempah Dedoro.

“Harapan kami, sampah organik selesai pada tingkat rumah tangga, sedangkan sampah anorganik seperti plastik akan ke TPS atau TPA sehingga jumlah sampah berkurang signifikan,” ungkap Putri.

Ia menegaskan, Program Desa Berdaya merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap pembangunan dari tingkat paling bawah. Seluruh program lahir dari musyawarah bersama tokoh masyarakat, RT, dan warga sehingga benar-benar sesuai kebutuhan.

“Pembangunan harus mulai dari desa dan kelurahan karena aspirasi masyarakat lahir dari sini. Semua program kami hasilkan dari musyawarah bersama,” tuturnya.

Ke depan, pemerintah kelurahan berharap program tidak berhenti pada penyaluran anggaran, tetapi memberi manfaat jangka panjang. “Kami berharap dalam dua hingga lima tahun ke depan program terus berjalan, membuat masyarakat semakin mandiri dan hasil pemberdayaan terasa berkesinambungan,” pungkas Putri. (*)

Artikel Terkait