Kebakaran Hanguskan Empat Ruang Kelas MTs Nujumul Huda Lombok Barat, Kerugian Rp800 Juta
Mataram (NTBSatu) – Insiden Kebakaran melahap sejumlah ruang kelas di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nujumul Huda di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 16.10 Wita.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Barat langsung menerjunkan tim ke lokasi peristiwa untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Lombok Barat, H. Suherman, mengungkapkan mengerahkan tiga unit armada dalam proses pemadaman kebakaran.
“Kami mengerahkan tiga armada, yang terdiri dari dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai air,” ujarnya pada Jumat, 24 Juli 2026.
Penanganan Cepat di Lokasi
Suherman memimpin langsung operasi pemadaman bersama para personel Damkarmat Lombok Barat. Petugas menyemprotkan air ke titik-titik vital bangunan madrasah yang terus mengeluarkan asap tebal.
Tim Damkar memfokuskan area penanganan pada struktur atap dan dinding kayu yang mudah terbakar. Kerja sama solid antara petugas damkar dan masyarakat setempat berhasil mempercepat proses lokalisasi api.
Warga juga membantu mengamankan akses jalan bagi armada pemadam serta menyingkirkan barang-barang yang dapat memicu perluasan kobaran. Langkah taktis ini berhasil mencegah api merambat ke gedung fasilitas sekolah lainnya di kompleks madrasah.
Petugas akhirnya berhasil memadamkan seluruh kobaran api secara total dalam waktu relatif singkat.
Kerugian Material dan Imbauan
Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka karena kelas dalam keadaan kosong. Meski demikian, musibah ini menghanguskan empat ruang belajar hingga tidak bisa beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar secara normal.
Berdasarkan pendataan awal di tempat kejadian perkara, tim menaksir estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp800 juta. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti munculnya titik api pertama.
Selanjutnya, Suherman mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak sembarangan menyalakan api di sekitar pemukiman dan fasilitas umum, terutama saat musim kemarau dan angin kencang.
“Masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Suherman. (*)




