Pendidikan

Sempat Disegel karena Bangunan Rawan Roboh, Revitalisasi SMAN 1 Gunungsari Lampaui Target

Mataram (NTBSatu) – Memasuki minggu kesebelas, pihak sekolah mencatat progres keseluruhan pembangunan proyek revitalisasi SMAN 1 Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, telah melampaui target.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB sempat mewarnai awal kegiatan dengan penyegelan akibat penurunan kualitas struktur bangunan karena faktor usia pada bulan Juli lalu.

Meski demikian, pihak sekolah memastikan percepatan pengerjaan tetap berjalan tanpa mengenyampingkan mutu.

Kepala SMAN 1 Gunungsari, Musyrifin mengatakan, analisis pengawas menunjukkan progres fisik secara keseluruhan kini telah mencapai 74 persen.

“Secara faktual, progresnya itu keseluruhan per minggu ini sudah melebihi target,” kepada NTBSatu, Senin, 2 November 2026.

“Progres Ini masuk ke minggu ke-11. Sudah 74 persen, nah kemudian sudah melampaui target, melewati target,” sambungnya.

Ia merincikan, progres di masing-masing blok bervariasi antara 60 hingga lebih dari 70 persen.

Khusus untuk Blok 6 yang sempat viral karena disegel, Musyrifin mencatat progresnya bahkan telah melampaui 80 persen dan kini tinggal memasuki tahap finishing sehingga segera bisa menggunakan kembali blok tersebut.

“Yang disegel kemarin target digunakan minggu kedua bulan November, secara keseluruhan pengerjaan 75 persen,” lanjutnya.

Utamakan Kualitas Bahan

Musyrifin menegaskan, pihaknya tidak hanya mengejar kecepatan waktu pengerjaan, melainkan juga mengawasi aspek kualitas secara ketat baik dari segi material bangunan maupun hasil pekerjaan fisik di lapangan.

“Beberapa yang saya lihat enggak beres harus dibongkar. Ya, mau apa namanya? Kita ini kan tempat anak yang menuntut ilmu lah, bukan tempat sembarangan kan,” tegasnya.

Untuk material bangunan seperti kanal dan genteng, Musyrifin secara aktif melakukan perbandingan langsung demi memastikan standar kekuatan dan mutu material memenuhi spesifikasi teknis terbaik yang aman, meskipun terdapat perbedaan harga antar merek di pasaran.

Kendati demikian, Musyrifin mengakui proyek sempat menghadapi sedikit kendala di lapangan, seperti kelangkaan dan lonjakan harga semen beberapa waktu lalu.

Ia mengambil langkah solutif dengan membeli merek lain yang ketersediaannya ada dan tetap berstandar SNI agar progres proyek tidak terhambat.

Libatkan Ratusan Warga Sekitar 

Pihaknya melibatkan partisipasi aktif ratusan warga dan tenaga tukang dari lingkungan sekitar sekolah dalam program revitalisasi ini.

“Tukangnya ini, kayak ini dari Jeringo, blok ini dari Sesele, blok atas di belakang itu nanti dari daerah yang dekat dengan Medas. Jadi, kita mengakomodir masyarakat sekitar,” jelas Musyrifin.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat merasakan langsung dampak sosial dari program ini. Pada setiap proses pembongkaran maupun pengerjaan per blok, puluhan warga terlibat secara aktif tergantung pada volume pekerjaan di lapangan.

Musyrifin membeberkan bahwa total anggaran keseluruhan untuk proyek revitalisasi SMAN 1 Gunungsari ini bersumber dari pusat sebesar Rp1,8 miliar, di luar pengadaan meubeler.

Dari total anggaran tersebut, pihak sekolah memfokuskan perbaikan pada skala prioritas di masing-masing blok, yang meliputi atap. Pihaknya menjadikan atap sebagai prioritas utama dengan mengganti seluruh atap secara menyeluruh. Plafon, mengganti kerangka plafon secara keseluruhan.

Selanjutnya pintu dan jendela, Musyrifin mengatakan pihaknya memasang jendela baru pada kelas-kelas yang mengalami kerusakan parah akibat lapuk.

Dan yang terakhir, pengecetan dan keramik, pihaknya melakukan pengecetan menyeluruh di semua blok, serta memasang keramik dan variasi tambahan seperti keramik dinding yang disesuaikan dengan kondisi riil serta ketersediaan anggaran di masing-masing blok.

Musyrifin menambahkan, hingga progres mencapai 70 persen, pihak sekolah mencatat estimasi penyerapan anggaran telah mencapai sekitar Rp1,3 miliar dengan sisa sekitar Rp560 juta untuk tahap berikutnya.

Ia membeberkan, pihak sekolah telah memenuhi syarat pengajuan pencairan dana tahap kedua di atas 50% progres dan mengajukannya melalui pihak Universitas Mataram (Unram), yang kini tinggal menunggu proses pemeriksaan lanjutan di tingkat pusat hingga Kementerian Keuangan.

Musyrifin menjalin komunikasi serta permakluman kepada mitra dan pekerja, sembari memastikan proses konstruksi terus berjalan lancar.

Mengatasi Dampak pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Di tengah proses renovasi, Musyrifin mengakui KBM mengalami sedikit kendala akibat situasi darurat. Pihaknya terpaksa menggabung ruang kelas dari kapasitas normal 36 orang menjadi sekitar 45 orang per kelas. Hal ini guna mengantisipasi kondisi kelas darurat yang sebelumnya kerap mengalami kebocoran saat hujan.

Ia menyebutkan, untuk menghadapi asesmen (TKA) serta persiapan siswa menghadapi ujian semester dalam waktu dekat, pihaknya, mengambil kebijakan agar siswa tetap masuk secara penuh selama satu minggu guna meminimalisasi learning loss.

Program revitalisasi ini turut mendapat pendampingan dari berbagai pihak eksternal, mulai dari BPMP, fasilitator Unram, pengawas independen, hingga kunjungan langsung tim dari kementerian pada minggu ketujuh yang memberikan apresiasi positif terhadap capaian progres di SMAN 1 Gunungsari.

“Nah, kalau Dinas Pendidikan kan tetap meminta kami melaporkan progres perkembangan kondisi di sekolah. Kalau dengan PUPR kan beliau tidak terlibat langsung setelah pelaksanaan kegiatan ini. Hanya kemarin sampai tahap memberikan penilaian terhadap tingkat kerusakan beberapa blok-blok itu kan,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait