PendidikanSumbawa

Sumbawa Masih Kekurangan Guru Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa masih kekurangan Guru Pendamping Khusus (GPK) untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah. Hingga kini, Sumbawa juga belum memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud, M.E., mengatakan pihaknya baru menyiapkan sejumlah guru melalui pendidikan dan pelatihan dasar GPK.

“Belum ada ULD. Ada beberapa guru yang kita ikut pendidikan dan pelatihan untuk persiapan guru pendamping khusus,” ujarnya, Selasa, 6 Oktober 2026.

IKLAN

Amir menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengikutkan 10 guru dalam pendidikan dan pelatihan GPK. Mereka berasal dari sekolah yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

“10 guru yang baru kita latih, SDN 1 Sumbawa, TK Yayasan Cerdas, SMP. Pokoknya sekolah yang ada anak berkebutuhan khusus, itulah yang kita panggil,” katanya.

Menurut Amir, sekolah yang memiliki anak berkebutuhan khusus masih mengandalkan guru yang tersedia. Karena itu, pendidikan dan pelatihan tersebut memberi bekal kepada guru untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah masing-masing.

IKLAN

Namun, jumlah 10 guru belum mencukupi kebutuhan GPK di seluruh sekolah. Kondisi tersebut membuat sekolah masih membutuhkan tenaga pendamping khusus untuk melayani anak berkebutuhan khusus.

Tunggu Arahan Kementerian

Sementara itu, Pemkab Sumbawa masih menunggu instruksi kementerian mengenai pembentukan ULD. Amir menyebut pemerintah daerah kemungkinan membuka ULD di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kita tunggu instruksi kementerian. Kemungkinan kita akan buka ULD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Di situ akan ada guru-guru khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah mempertimbangkan dua pilihan untuk memenuhi kebutuhan GPK. Pemerintah dapat merekrut guru baru secara khusus atau menyiapkan guru yang sudah ada untuk menjalankan tugas sebagai pendamping.

“Kalau sekarang guru-guru di sekolah itu semacam pelatihan dasar,” katanya.

Dengan demikian, Pemkab Sumbawa masih perlu menambah GPK agar sekolah mampu memberikan pendampingan yang lebih optimal kepada anak berkebutuhan khusus. (*)

Artikel Terkait