NTB

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Petakan Titik Wilayah Rawan Banjir dan Longsor di NTB

Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stamet Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) merilis peta prakiraan cuaca khusus untuk daerah-daerah yang masuk dalam zona rawan banjir dan tanah longsor di wilayah NTB.

Peringatan dini tersebut berlaku secara resmi selama tiga hari berturut-turut, terhitung mulai tanggal 1 hingga 3 November 2026.

Berdasarkan data resmi BMKG, pemetaan ini mencakup berbagai kecamatan dan kabupaten di Pulau Lombok serta Pulau Sumbawa.

Pengambilan langkah mitigasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat serta instansi terkait terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat dinamika cuaca harian yang fluktuatif.

Pihak BMKG menyusun data ini dengan membagi indeks risiko bencana ke dalam beberapa tingkat, yakni rendah, sedang, hingga tinggi.

Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Dalam rilis tersebut, BMKG merinci prakiraan cuaca di sejumlah kawasan yang memiliki indeks risiko bencana banjir. Wilayah tersebut meliputi wilayah Sandubaya, Praya, Sekotong, Taliwang, Lunyuk, Plampang, Kota Bima, Palibelo, dan Woja.

Kondisi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal pada pagi hari mendominasi mayoritas wilayah ini. Selain itu, terdapat potensi suhu udara harian mencapai kisaran 31 derajat Celsius hingga 35 derajat Celsius.

Sementara itu, untuk kawasan yang masuk dalam kategori rawan tanah longsor, BMKG memetakan sejumlah titik spesifik. Wilayah tersebut mencakup Pusuk Gunungsari, Batukliang Utara, Pusuk Sembalun, Batu Lanteh, Tambora, Soromandi, Ropang, dan Langgudu.

Pada beberapa kawasan dataran tinggi tersebut, potensi hujan ringan hingga hujan petir terpantau dapat terjadi pada waktu siang atau sore hari. Suhu udara di kawasan rawan longsor ini rata-rata berkisar antara 24 derajat Celsius hingga 35 derajat Celsius.

Imbauan Kewaspadaan Dini

Pihak BMKG meminta seluruh warga masyarakat yang beraktivitas di daerah rawan bencana untuk terus waspada. Mereka meminta masyarakat selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui saluran resmi.

Peta indeks risiko bencana yang terbagi dalam tingkat rendah, sedang, hingga tinggi bisa menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah kesiapsiagaan operasional secara cepat.

Prakirawan BMKG Stamet ZAM, Herin Hutri Istyarini, mengimbau masyarakat selalu waspada dengan kondisi cuaca saat ini.

“Masyarakat diimbau agar tetap tenang namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca mendadak. Terutama di wilayah topografi curam yang rawan longsor serta kawasan dataran rendah yang berpotensi genangan,” ujarnya kepada NTBSatu pada Senin, 2 November 2026.

Masyarakat juga bisa memantau perkembangan cuaca melalui kanal informasi resmi BMKG melalui laman www.bmkg.co.id atau memantau akun media sosial @infobmkg dan @infobmkgntb. Hal ini agar masyarakat mendapatkan pembaruan data cuaca secara berkala setiap harinya. (*)

Artikel Terkait