PemerintahanSumbawa Barat

Tuntaskan Kuota 50 PMI, KSB Lepas Gelombang Kedua ke Jepang

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat merampungkan pelepasan 33 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) gelombang kedua menuju Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Jakarta.

Pemerintah daerah menargetkan penyerapan tenaga kerja lokal berkualitas ke pasar kerja internasional, khususnya Jepang.

Pemberangkatan tahap akhir ini melengkapi total kuota 50 peserta program pelatihan bahasa dan keterampilan teknis ke Jepang. Para peserta resmi melanjutkan tahap pembekalan intensif sebelum bertolak ke negara tujuan.

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menekankan pentingnya kedisiplinan serta ketahanan mental selama menjalani pemantapan di Jakarta. Oleh sebab itu, kestabilan fisik dan batin menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan di perantauan.

“Utamakan keselamatan, jaga kesehatan, serta jaga stabilitas fisik maupun batin selama perjalanan hingga tempat tujuan,” ujar Bupati Amar, Senin, 2 November 2026.

Pemkab KSB menaruh harapan besar agar keberhasilan para peserta mampu mengerek kesejahteraan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Perjuangan keras para calon PMI hari ini menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan mereka.

“Insya Allah adik-adik mendapat keselamatan selalu, selamat sampai tujuan dan selamat hingga kembali, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian,” tutur Bupati Amar.

Rincian Teknis dan Pembekalan Intensif

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KSB, Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., mengonfirmasi penuntasan seluruh dokumen serta kelengkapan operasional keberangkatan peserta. Pihak dinas memastikan seluruh calon PMI menerima perlindungan hukum penuh dari Pemkab KSB.

“Hari ini kami resmi melepas 33 peserta gelombang kedua untuk menuntaskan total kuota 50 calon PMI ke Jepang,” kata Slamet Riadi.

Slamet menjelaskan, pemberangkatan gelombang kedua ini menyusul keberangkatan 17 peserta gelombang pertama pada pekan lalu. Maka dari itu, seluruh peserta merupakan hasil seleksi ketat dari total 209 pendaftar daerah.

Para peserta langsung bertolak menuju Jakarta guna mengikuti pemusatan pelatihan (training center). LPK bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) mengawal proses pembekalan intensif selama enam bulan ke depan.

Selama enam bulan ke depan, para peserta akan menggembleng fisik, mental, hingga penguasaan bahasa Jepang secara intensif. Langkah ini diambil, guna mematangkan profesionalisme kerja serta pembentukan karakter calon PMI daerah.

Selain mengasah keterampilan teknis, pihak penyelenggara membekali para peserta dengan kemampuan literasi dan pengelolaan keuangan secara bijak. Pengelolaan modal kerja yang tepat membantu mereka membangun kemandirian ekonomi pasca-kontrak kerja selesai.

Penuntasan program pengiriman ini mempertegas komitmen Pemkab KSB dalam mencetak SDM unggul berdaya saing global. Keberhasilan para calon PMI membawa nama baik Kabupaten Sumbawa Barat di kancah internasional.

“Keberhasilan kalian membawa nama baik Kabupaten Sumbawa Barat dan Indonesia,” pungkas Buapti Amar. (*)

Artikel Terkait