Lombok BaratPemerintahan

Tiga Calon Sekda Lobar Tawarkan Gaya Kepemimpinan Berbeda

Lombok Barat (NTBSatu) – Tiga calon Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) telah menjalani tahapan wawancara dengan Wakil Bupati, Nurul Adha pada Senin, 5 Oktober 2026. Wawancara terhadap ketiga calon berlangsung selama 2 jam lebih. 

Tiga nama itu yakni Fauzan Husniadi, Arief Suryawirawan, dan Damayanti Widyaningrum. Fauzan saat ini menjabat Asisten III Setda Lobar. Arief menjabat Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Lobar. Sementara Damayanti menjabat Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

Ketiganya membawa pengalaman dan gagasan berbeda untuk mengisi posisi strategis tersebut. Fauzan menyoroti pentingnya menyatukan gerak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, setiap OPD harus bergerak berdasarkan visi dan misi kepala daerah.

IKLAN

“Pertama, saya mau tidak ada fragmentasi di antara OPD-OPD. OPD itu mendukung visi misi Bupati sesuai dengan RPJMD,” kata Fauzan, Senin, 5 Oktober 2026.

Ia menilai, birokrasi tidak boleh berjalan dengan arah masing-masing. Perencanaan hingga pengawasan harus mengikuti koridor pembangunan yang sama.

“Dari perencanaan sampai dengan pengawasan, sesuai dengan tahapan di anggaran itu, harus dalam satu kanal,” ujarnya.

IKLAN

Arief Bawa Konsep Chief Integrator

Berbeda dengan Fauzan, Arief Suryawirawan menempatkan pengalaman pelayanan kesehatan sebagai bagian dari pendekatannya. Arief memiliki latar belakang pendidikan Farmasi dan Kedokteran dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia juga mengaitkan pengalamannya dengan pencapaian UHC Lombok Barat.

“Saat itu pas Lombok Barat UHC, kami berjuang keras agar Lombok Barat bisa UHC,” kata Arief usai wawancaranya dengan Wakil Bupati Nurul Adha.

Jika terpilih, Arief menawarkan konsep Sekda sebagai Chief Integrator. Konsep itu berbeda dari sekadar menjalankan fungsi koordinasi antar setiap OPD.

“Kalau sebagai Sekda saya sebagai Chief Integrator, artinya saya yang mengintegrasikan segala kegiatan, berbeda dengan mengkoordinasikan,” katanya.

Damayanti Bawa Perspektif Perempuan dan Masyarakat

Sementara itu, Damayanti Widyaningrum menonjolkan pengalamannya berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia mengaku memahami persoalan masyarakat karena sering turun berhubungan dengan warga.

“Saya sering langsung berhubungan dengan masyarakat. Jadi saya tahu apa permasalahan-permasalahan dari masyarakat,” ujar Damayanti di waktu yang sama.

Latar belakang pertanian dan ketahanan pangan juga membentuk pengalamannya bersama masyarakat. Ia menyebut, pengalaman tersebut membuatnya terbiasa berinteraksi dengan petani.

Damayanti juga menyinggung peluang perempuan dalam jabatan Sekda. Menurutnya, perempuan harus memperoleh kesempatan yang setara dalam pemerintahan.

“Kalau kita semua perempuan itu mempunyai kesetaraan dan kesempatan yang sama, sehingga kami bisa menjabat juga di posisi Sekda,” katanya.

Ia juga mengakui kedekatannya dengan Wakil Bupati Nurul Adha. Namun, Damayanti menegaskan keputusan akhir tetap mengikuti proses penilaian.

“Karena kami sama-sama perempuan, kami memang dekat juga sama Bu Wabup,” ujarnya.

Ahkam Serahkan Pilihan pada Proses

Penjabat Sekda Lobar, Saeful Ahkam, menanggapi tiga kandidat tersebut dengan nada berbeda. Ia tidak menyebut kandidat tertentu sebagai pilihan unggulan. Ahkam justru menyerahkan proses tersebut kepada mekanisme seleksi dan keputusan akhir.

“Jadi ini baru calon-calon Sekda. Yang menentukan nanti istikharah, tergantung istikharah mereka,” kata Ahkam saat media tanya tentang hasil wawancara.

Sebelumnya, nama Fauzan bergulir sebagai kandidat terkuat. Ketua DPRD Lobar, Lalu Ivan Indaryadi, sempat menyinggung nama Fauzan sebagai salah satu yang ia kenal lama, namun ia menyebut tidak menyatakan dukungan.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Lobar, Hendra Harianto juga menanggapi sama. Ia secara pribadi berpendapat Fauzan merupakan kriteria ideal untuk posisi Sekda Lobar.

Kini, proses seleksi Sekda Definitif Lobar hanya menunggu pertimbangan dan pengumuman akhir. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait