Lombok BaratPemerintahan

Ruang Kerjanya Digeledah KPK, Kekayaan Bupati LAZ Tembus Rp24 Miliar

Mataram (NTBSatu) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) pada Senin, 20 Juli 2026.

Peristiwa ini cukup mengejutkan publik yang langsung menyorot rincian harta kekayaan kepala daerah tersebut. LAZ tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp24.041.842.502 tanpa utang sama sekali.

Data komprehensif mengenai kepemilikan aset tersebut termuat secara rinci dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan dokumen LHKPN dengan kategori laporan khusus akhir menjabat per 7 September 2024, saat merampungkan posisinya di Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD). Verifikasi administratif terhadap seluruh pelaporan harta milik LAZ sudah berstatus lengkap.

Secara akumulatif, kepemilikan tanah, bangunan, serta instrumen kas likuid mendominasi portofolio kekayaan bupati tersebut.

Dominasi Investasi Properti

Aset tanah dan bangunan merupakan penyumbang nilai terbesar dalam struktur kekayaan LAZ pada tahun 2024 dengan nilai total mencapai Rp14.445.482.500. Komponen aset ini mencakup 24 unit properti yang mayoritas tersebar luas di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.

Selain di kawasan NTB, LAZ juga mempunyai satu unit properti berupa tanah dan bangunan seluas 222 meter persegi di Kota Surabaya. Taksiran nilainya sebesar Rp1,48 miliar yang ia dapatkan dari hasil sendiri.

Koleksi Garasi dan Aset Likuid

Di samping investasi di sektor properti, laporan tahun 2024 itu juga mencantumkan kepemilikan aset berupa transportasi dan mesin. Akumulasi nilai mencapai Rp1.065.500.000. Koleksi garasinya mencakup empat unit mobil dan tiga unit sepeda motor.

Untuk kendaraan roda empat, ia memiliki satu unit Honda CRV tahun 2019 seharga Rp350 juta, Mitsubishi Pajero tahun 2019 senilai Rp300 juta, Toyota Kijang Innova tahun 2018 senilai Rp275 juta, serta Toyota Avanza tahun 2019 seharga Rp110 juta. Sementara pada lini kendaraan roda dua, ia memiliki dua unit Honda Scoopy dan satu unit Honda Beat.

Komponen kekayaan lain yang tertera dalam data LHKPN meliputi aset harta bergerak lainnya senilai Rp288.000.000, serta instrumen surat berharga senilai Rp805.964.500. Kekuatan likuiditas finansial LAZ juga terlihat nyata dari simpanan kas dan setara kas yang menembus angka Rp7.436.895.502.

Sedangkan pada kolom kewajiban atau beban finansial, LAZ tidak memiliki catatan utang sepeser pun. Sehingga angka bersih total kekayaan tetap utuh tanpa pengurangan.

Tindakan penyegelan dan penggeledahan oleh KPK di ruang kerja Bupati Lombok Barat hingga kini masih terus bergulir. Publik menanti transparansi penuh dan klarifikasi resmi dari penegak hukum serta Pemkab Lombok Barat terkait kasus tersebut. (*)

Artikel Terkait