Sempat Diprotes Warga, Bulog Bima Ganti Beras Bantuan Layak Konsumsi di Soromandi
Bima (NTBSatu) – Perum Bulog Cabang Bima bergerak cepat menanggapi keluhan warga Kecamatan Soromandi terkait bantuan pangan beras yang dinilai tidak layak konsumsi. Bulog memastikan pihaknya telah mengganti seluruh beras bermasalah tersebut dengan stok baru yang memiliki kualitas jauh lebih baik.
Masalah ini bermula ketika warga Desa Wadukopa, Kecamatan Soromandi, menerima distribusi bantuan pangan pada Jumat, 11 September lalu. Namun, setibanya di rumah masing-masing, warga mendapati kondisi beras sudah busuk dan berkutu sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.
Menanggapi laporan tersebut, Koordinator Bantuan Pangan (Bapang) Kota dan Kabupaten Bima, Usman menegaskan, pihaknya langsung bergerak cepat turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Untuk wilayah Soromandi sudah kami ganti semua,” ujar Usman saat dikonfirmasi pada Minggu, 20 September 2026.
Usman menambahkan, petugas Bulog telah mendatangi langsung desa-desa yang melaporkan adanya masalah. Ia memastikan, pihaknya telah menjalankan proses penarikan dan penggantian berjalan tuntas tanpa kendala.
“Tidak ada lagi persoalan. Kita sudah turun langsung ke desa-desa yang ada laporan dan keluhan. Bulog Bima berupaya menjaga mutu dan kualitas beras yang sampai ke penerima manfaat,” tegas Usman.
Masyarakat Jangan Ragu Melapor
Di sisi lain, Koordinator Kecamatan Soromandi, Hermansyah menjelaskan, pihaknya sejak awal telah mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor dan mengembalikan bantuan jika menemukan kualitas beras yang di bawah standar. Imbauan tersebut bertujuan agar tim terkait bisa segera mengambil tindakan korektif.
“Alhamdulillah, langsung ada respon cepat dari Bulog dan beras yang warga keluhkan sudah Bulog ganti semua dengan yang baru,” tutur Herman.
Melalui langkah cepat ini, Perum Bulog Cabang Bima berharap, masyarakat melihat komitmen Bulog dalam menjaga mutu. Bulog memastikan hak masyarakat penerima manfaat terpenuhi dengan baik dan layak.
Usman mengatakan, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi penyalur logistik untuk memperketat pengawasan kualitas sebelum didistribusikan. Dengan sinergi yang baik antara warga, koordinator wilayah, dan Perum Bulog, kendala di lapangan dapat selesai dengan cepat. Sehingga masyarakat kini bisa kembali menerima bantuan pangan yang aman dan layak konsumsi.




