Ekonomi BisnisLombok Tengah

Disperindag Lombok Tengah Sebut Penyesuaian Harga BBM Berpotensi Tekan Harga Komoditas Pertanian

Lombok Tengah (NTBSatu) – Rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia berpotensi memberi dampak terhadap harga kebutuhan pokok. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah menilai, komoditas pertanian menjadi kelompok barang yang paling cepat merasakan efek penurunan biaya transportasi.

Kepala Disperindag Lombok Tengah, Lalu Setiawan mengatakan, BBM merupakan salah satu komponen yang memengaruhi pembentukan harga barang. Karena itu, ketika biaya transportasi menurun, harga sejumlah komoditas berpeluang ikut terkoreksi.

“Tentu akan berdampak, karena BBM termasuk salah satu komponen yang menentukan harga karena biaya transportasi,” jelasnya kepada NTBSatu, Selasa, 30 Juni 2026.

IKLAN

Menurutnya, dampak penyesuaian biaya angkut tidak akan sama pada seluruh komoditas. Hasil pertanian akan lebih cepat menyesuaikan karena proses distribusinya relatif singkat.

Sementara barang pabrikan membutuhkan waktu lebih lama karena masih menggunakan stok lama yang masuk dengan biaya distribusi sebelumnya.

“Kalau komoditas pertanian, ketika biaya angkut atau transportasi turun tentu akan cepat dampaknya. Barang pabrikan masih menyesuaikan karena stok lama masih beredar,” ujarnya.

IKLAN

Setiawan menjelaskan, penyesuaian harga barang pabrikan baru akan terlihat setelah stok lama di pasaran habis. Berbeda dengan komoditas pertanian yang perputaran pasokannya lebih cepat sehingga perubahan biaya distribusi lebih mudah tercermin pada harga jual.

Belum Bisa Dikaitkan dengan MBG

Pantauan NTBSatu di Pasar Renteng menunjukkan harga sejumlah komoditas, seperti cabai, bawang, dan telur, mulai mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, Setiawan belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pasokan yang lancar yang menyebabkan penurunan. Hukum penawaran dan permintaan berlaku. Saya belum pastikan apakah karena MBG tidak operasional,” tegasnya.

Ia menilai, kelancaran pasokan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga kebutuhan pokok di pasaran. Sementara itu, penyesuaian harga BBM nantinya berpotensi menjadi faktor tambahan yang dapat menekan biaya distribusi dan mendorong penurunan harga, terutama pada komoditas pertanian. (*)

Artikel Terkait