Diduga Peninggalan Masa Perang, Temuan Barang Kuno di Dasan Baru Dikaitkan dengan Jejak Pengungsian Leluhur
Lombok Barat (NTBSatu) – Penemuan sejumlah barang kuno di area pemakaman Dusun Kebon Orong, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, mulai mengungkap dugaan jejak sejarah perpindahan warga pada masa penjajahan Belanda. Warga menduga, barang-barang tersebut merupakan harta peninggalan leluhur yang sengaja ditinggalkan saat mengungsi akibat perang di masa lampau.
Dugaan itu menguat setelah Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi NTB bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, turun langsung meninjau lokasi penemuan, Senin, 25 Mei 2026.
Beragam benda ditemukan di lokasi tersebut. Mulai dari piring, guci kuno, sloki hingga mangkuk dengan berbagai ukuran. Seluruh temuan kini mulai didata dan diidentifikasi oleh Tim Pelestarian Cagar Budaya (PCB).
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Hirman Zulkarnaen mengatakan, pihaknya bergerak cepat usai menerima laporan warga dan melihat temuan itu viral di media sosial.
“Jadi kami turun setelah ada laporan dari masyarakat dan viral di media sosial. Yang di mana ada indikasi peninggalan sejarah di sini,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, tahap awal yang tim lakukan saat ini masih berfokus pada pendataan serta identifikasi benda-benda.
“Di hari pertama ini kami fokus ke pendataan dan identifikasi objeknya. Untuk kemudian, barang-barang yang sudah teridentifikasi ini akan kita catat jenis, usia, dan sebagainya nanti. Lalu Tim Pelestarian Cagar Budaya akan masukkan ke database nantinya,” tambahnya.
Pengelolaan melalui Musem Desa
Ia menambahkan, terdapat kemungkinan benda-benda tersebut nantinya tetap pemerintah desa kelola melalui program museum desa.
“Untuk keberlanjutannya, nanti kami akan koordinasi dengan pemerintah provinsi juga. Yang jelas, ada kemungkinan barang-barang tersebut akan tetap dimiliki oleh pemerintah desa dengan skema pembangunan museum desa nantinya. Itu memang ada programnya di tingkat provinsi,” tambahnya.
Penanggung jawab pemakaman Kebon Orong, Lalu Angkasah mengatakan, lokasi tersebut dulunya merupakan kawasan kebun rindang yang telah lama masyarakat pendatang huno dari wilayah Kateng, Lombok Tengah.
“Ya di zaman dulu memang ini merupakan kebun yang sangat rindang. Sebenarnya dia tumbuh alami dan memang rimbun,” ujarnya.
Menurutnya, perpindahan leluhur warga Kebon Orong diduga berkaitan dengan konflik pada masa penjajahan Belanda.
“Kalau terkait kerajaan, kemungkinan ada, karena dulu nenek moyang saya dan masyarakat Kebon Orong ini berasal dari Desa Kateng Lombok Tengah. Namun karena pertentangan dengan Belanda, mereka akhirnya pindah ke sini,” ujarnya lagi.
Ia menduga, barang-barang kuno yang ditemukan itu sengaja ditinggalkan dan terkubur ketika warga mengungsi demi menyelamatkan diri dari peperangan.
“Ada kemungkinan juga kalau harta peninggalan ini merupakan harta yang sengaja ditinggal dan terkubur di sini, ketika nenek moyang kami mengungsi karena perang dengan Belanda dulunya,” tutupnya. (Zani)



