Harga Cabai di Lombok Timur Diperkirakan Naik saat Musim Hujan
Lombok Timur (NTBSatu) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lombok Timur mengantisipasi kenaikan harga cabai menjelang musim hujan. Harga komoditas tersebut berpotensi menembus Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram seiring perubahan pasokan dan kondisi panen.
Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Lombok Timur, Parhan mengatakan, harga cabai di pasaran saat ini berkisar Rp50 ribu hingga Rp53 ribu per kilogram. Namun, ia memperkirakan harga tersebut dapat meningkat ketika musim hujan tiba.
“Yang paling kita khawatirkan melonjak harganya itu adalah cabai. Karena cabai ini fluktuatif. Kadang-kadang turun, tiba-tiba naik,” kata Parhan, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurutnya, harga cabai cenderung meningkat saat musim hujan. Bahkan, harga komoditas tersebut bisa mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, DKP Lombok Timur menggelar pasar murah dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah instansi dan distributor yang menjual berbagai kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Harga di Bawah Pasaran
Dalam pasar murah tersebut, Champion Cabai menjual cabai seharga Rp40 ribu per kilogram. Harga itu lebih rendah Rp10 ribu hingga Rp13 ribu dibandingkan harga di pasaran.
“Kalau harga cabai di pasaran sekarang Rp50 ribu sampai Rp53 ribu per kilogram. Sedangkan di sini, Champion Cabai menjualnya Rp40 ribu per kilogram,” kata Parhan.
Selain cabai, pedagang juga menyediakan telur, bawang merah, bawang putih, serta sejumlah produk pangan dari Bulog.
Telur ukuran sedang dijual seharga Rp48 ribu per tray, sedangkan ukuran besar mencapai Rp50 ribu per tray.
Parhan menyebut, pemasok membawa sekitar 100 tray telur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Champion Cabai menyediakan sekitar 30 kilogram cabai.
Adapun stok bawang merah dan bawang putih masing-masing mencapai 40 kilogram.
“Kalau memang habis dan masyarakat masih membutuhkan, insyaallah nanti kita datangkan kembali,” ujarnya.
Harga Bahan Pokok Relatif Stabil
Ia menjelaskan, harga cabai saat ini masih relatif normal karena sebagian besar petani sedang memasuki masa panen. DKP juga belum melihat dampak berarti terhadap produksi cabai akibat kondisi cuaca saat ini.
Sementara itu, harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Parhan menyebut, Bulog turut menjaga keterjangkauan harga melalui penjualan produk pangan, termasuk beras dan minyak goreng.
Parhan mengatakan, pasar murah bukan kali pertama digelar DKP Lombok Timur. Sepanjang 2026, instansinya telah menggelar kegiatan serupa sebanyak 18 kali sebelum pelaksanaan pasar murah dalam rangka Hari Pangan Sedunia ini.
“Kegiatan seperti ini akan tetap kami lanjutkan, terutama di tingkat desa dan kewilayahan,” kata Parhan.
Langkah ini bertujuan mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus membantu mereka menghadapi potensi kenaikan harga.
Pasar murah kali ini berlangsung selama dua hari. Selain penjualan langsung, kegiatan pada hari berikutnya juga terhubung dengan agenda nasional melalui pertemuan daring.
Parhan berharap, kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau, terutama ketika perubahan cuaca berpotensi memengaruhi harga sejumlah komoditas. (*)




