Sumbawa Barat

Nelayan Lansia Asal Pulau Bungin Ditemukan Meninggal di Kertasari 

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Misteri hilangnya Mallayoan (70) nelayan lansia asal Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, akhirnya terjawab. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus laut yang cukup jauh hingga ke perairan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Peristiwa ini bermula ketika lansia tersebut dilaporkan pergi melaut seorang diri untuk memancing menggunakan sampannya pada Kamis, 21 Mei 2026. Namun hingga esok harinya, korban tak kunjung kembali ke rumah, yang kemudian memicu kepanikan pihak keluarga.

Kecurigaan bahwa korban mengalami kecelakaan laut menguat setelah nelayan setempat menemukan sampan miliknya terombang-ambing tanpa awak di sebelah barat Pulau Bungin. Pihak Pemerintah Desa Pulau Bungin segera meneruskan laporan kehilangan tersebut ke tim SAR untuk memulai pencarian.

IKLAN

Kepala BPBD KSB, Abdullah mengatakan, setelah menerima laporan, tim gabungan langsung diterjunkan menuju lokasi. Mereka melakukan pengecekan sekaligus proses evakuasi korban.

“Kami di BPBD KSB langsung memonitor situasi sejak awal dan segera berkoordinasi dengan Tim SAR begitu ada laporan indikasi korban terseret arus ke arah selatan perairan kami,” ujarnya, Minggu 24 Mei 2026. 

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR, Polairud, TNI, serta nelayan setempat langsung bergerak cepat memetakan radius pencarian sejak Jumat pagi. Mereka menyisir perairan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan memperluas perimeter karena kondisi cuaca dan arus laut yang dinamis.

IKLAN

Pencarian intensif tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, setelah memasuki hari ketiga. Sekitar pukul 09.44 Wita, seorang warga bernama Syahrul melaporkan adanya sesosok mayat yang mengapung di perairan dekat Pulau 1 Kertasari, KSB.

Informasi tersebut langsung direspons cepat oleh posko kedaruratan BPBD KSB yang segera mengerahkan tim evakuasi ke titik koordinat yang dilaporkan. Proses pengangkatan jenazah dari tengah laut dilakukan bersama TNI, Polri, Dinas Damkarmat, dan nelayan setempat.

“Tim evakuasi gabungan bergerak cepat ke perairan Kertasari dan berhasil mengangkat jasad korban dari laut sekitar pukul 11.35 Wita. Tim menggunakan dua kapal,” kata Abdullah menjelaskan teknis evakuasi.

Jasad nelayan asal Bungin itu kemudian dievakuasi ke daratan melalui Pantai Labuhan Lalar untuk mempermudah jalur transportasi darat. Menggunakan ambulans TRC Puskesmas II Taliwang, jenazah tiba di RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat sekitar pukul 13.15 Wita.

Pihak keluarga bersama Tim SAR Pos Sumbawa yang tiba di RSUD Asy-Syifa langsung melakukan proses identifikasi dan pengecekan fisik luar. Tangis haru pecah setelah pihak keluarga memastikan bahwa jasad tersebut benar adalah Mallayoan yang hilang.

“Berdasarkan hasil analisa tim di lapangan, korban meninggal akibat terseret arus laut yang cukup kuat sejauh 23,15 mil laut ke arah barat daya dari lokasi sampannya ditemukan,” jelas Abdullah.

Dengan dipastikannya identitas korban dan diserahkannya jenazah kepada pihak keluarga, operasi SAR gabungan skala besar ini resmi diakhiri. Pihak otoritas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras seluruh relawan dan masyarakat yang terlibat. (*)

Artikel Terkait

Back to top button