Ekonomi BisnisSumbawa

Sumbawa Festival 2026, Sajikan Produk Lokal Berstandar Internasional

Mataram (NTBSatu) – Sebanyak 139 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Barat memamerkan produk unggulan mereka dalam ajang Lombok Sumbawa Festival (LSF) 2026.

Berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di kawasan MotoGP Mandalika, festival ini menjadi etalase strategis untuk mengenalkan potensi ekonomi kreatif NTB kepada ribuan pengunjung dan wisatawan mancanegara.

Ketua Panitia Daerah MotoGP yang juga Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal, mengatakan bahwa kualitas produk UMKM yang tampil pada edisi keempat LSF ini mengalami peningkatan signifikan berkat kurasi ketat.

“UMKM semakin menyesuaikan dengan SOP di Mandalika. Produk-produknya sudah makin cantik dan menarik. Karena ini event internasional, kita harus menyajikan suasana berstandar internasional.” ujarnya, Sabtu 10 Oktober 2026.

Dukungan Fasilitasi Pemprov NTB dan Kolaborasi Mitra

Penyelenggaraan LSF 2026 terwujud berkat fasilitasi Pemerintah Provinsi NTB. Dari total peserta, sebanyak 114 UMKM mendapatkan pembinaan langsung dari Dinas Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UMKM NTB.

Sementara itu, BPR NTB membiayai 25 UMKM lainnya dalam kepesertaan festival tersebut. Seluruh peserta juga memperoleh bantuan operasional berupa tabung Bright Gas gratis dari PT Pertamina Patra Niaga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispar) NTB, Ahmad Nur Aulia, menjelaskan bahwa pihaknya menjadikan LSF yang berkolaborasi dengan Dekranasda NTB sebagai panggung utama kebudayaan sekaligus penggerak ekonomi daerah

Ia berharap langkah ini menciptakan multiplier effect yang luas di sektor ekonomi, sosial budaya, hingga pelestarian lingkungan

Aulia membeberkan, kehadiran LSF memberikan dampak positif secara langsung kepada para pelaku usaha lokal.

Ia menyebut selama festival berlangsung, masing-masing mampu mengantongi omzet harian rata-rata mencapai Rp3,5 juta.

Salah satu pelaku UMKM, Dewi Ade memberikan masukan evaluatif terkait ruang pamer. Saat ini, satu tenda berukuran 3 x 2,5 meter masih diisi oleh dua pelaku usaha secara berbagi.

“Alhamdulillah, kami difasilitasi tempat secara gratis. Harapan kami ke depan tempatnya bisa lebih luas supaya kami bisa menata produk dengan lebih leluasa,”ujar Dewi.

Ia berharap panitia memperuntukkan satu tenant khusus bagi satu UMKM pada gelaran berikutnya agar pelaku usaha dapat memajang lebih banyak variasi produk

Melalui LSF 2026, produk lokal NTB tidak hanya berkesempatan menembus pasar global, tetapi juga mendorong UMKM menaikkan standar kualitas dan daya saing ke level yang lebih tinggi. (*)

Artikel Terkait