Lombok TengahOlahraga

Pelaksanaan MotoGP Mandalika 2027 Tunggu Arahan Pusat

Lombok Tengah (NTBSatu) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 telah selesai. Pembalap asal Italia, Marco Bezzecchi meraih posisi pertama.

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka menyampaikan, meski sukses mencatatkan rekor lonjakan penonton hingga 157 ribu orang pada perhelatan tahun ini, kepastian keberlanjutan ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika musim depan masih harus menunggu arahan dan instruksi langsung dari Presiden.

“Untuk saat ini kami tengah melakukan evaluasi serta kalkulasi ulang atas seluruh komponen perhelatan sebelum dilaporkan secara resmi,” kata Troy, Minggu, 11 Oktober 2026.

Troy menyampaikan, pihak Dorna sebenarnya sudah mengeluarkan jadwal resmi balapan. Namun, untuk kelanjutan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah, pihaknya masih menanti arahan dari Istana.

“Jadwal sudah keluar, tapi kalau ditanyakan kelanjutannya, Pak Menteri tadi sudah menyampaikan bahwa kita menunggu arahan dan instruksi dari Presiden. Pemerintah harus menghitung semuanya dan dikalkulasi ulang,” ujarnya.

Secara keseluruhan, angka keterlibatan masyarakat pada ajang tahun ini terbilang sangat sukses. Dari target awal sebanyak 145.000 penonton, realisasi di lapangan melambung hingga mencapai 157.000 penonton. Tak hanya itu, penyelenggara juga menargetkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp5 triliun melalui perhelatan ini.

Lembaga pemerintah seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian PPN/Bappenas juga mendukung penghitungan dampak ekonomi secara komprehensif.

“Kalau melihat perkembangan dari hari Jumat, Sabtu, hingga puncaknya hari ini, rasanya sangat mungkin untuk masuk di angka target dampak ekonomi tersebut. Besok kami ada rapat evaluasi bersama Kemenpora dan Bappenas,” tambahnya.

Selain capaian penonton dan ekonomi, evaluasi juga mencakup aspek negosiasi kontrak. Pemerintah dan penyelenggara tengah mengkaji ulang besaran hosting fee dan kenaikan tahunan bersama pihak Dorna.

“Kita pasti menegosiasikan semua-semuanya, termasuk besarananya, termasuk mengenai jumlah kenaikan yang setiap tahun ada kenaikan sekian persen. Itu semua kita nego ulang, dan itu sudah kita sampaikan,” jelas Troy. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait