Lombok Tengah

Dinas Pertanian Lombok Tengah Optimistis Padi Oplah di Bonder Selamat, Air Mulai Dialirkan

Lombok Tengah (NTBSatu)Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah memastikan sekitar 300 hektare lahan padi program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Desa Bonder dan Desa Persiapan Masjuring, Kecamatan Praya Barat, masih dapat diselamatkan. Meski sebelumnya sempat terancam gagal panen akibat kekurangan pasokan air irigasi.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Yusuf Adi mengatakan, kondisi tanaman padi di lokasi tersebut belum masuk kategori gagal panen. Dari pemantauan petugas di lapangan, lahan pertanian saat ini masih pada tahap terancam kekeringan.

“Kondisi tanaman kita di lokasi kemarin menurut kami masih terancam kekeringan. Jadi bukan terancam gagal panen,” kata Yusuf kepada NTBSatu, Kamis, 4 Juni 2026.

IKLAN

Ia menjelaskan, pihaknya memiliki petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang bertugas memantau kondisi tanaman dan potensi kekeringan di masing-masing wilayah. Dari hasil pemantauan tersebut, ia menilai kondisi lahan di Desa Bonder masih memungkinkan untuk selamat. Apabilagi suplai air segera masuk ke areal persawahan.

Mengapresiasi Langkah Petani

Menurut Yusuf, langkah petani yang menyampaikan keluhan melalui hearing di DPRD Lombok Tengah patut diapresiasi. Sebab, aspirasi tersebut menjadi perhatian bersama untuk mempercepat upaya penanganan di lapangan.

“Kalau cepat diantisipasi, hasil panen mereka tidak akan terganggu. Bahkan bisa berhasil secara sempurna,” ujarnya.

IKLAN

Usai hearing, Dinas Pertanian langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I untuk memastikan distribusi air ke wilayah terdampak berjalan lancar.

Yusuf mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi tersebut, pihaknya menjadwalkan pasokan air mulai mengalir ke lahan pertanian di Desa Bonder pada Jumat pagi, 5 Juni 2026. Sebelumnya, pemerintah fokus mengalirkan air luntuk memenuhi kebutuhan irigasi di wilayah hulu, yakni Desa Penujak.

“Kami sudah rapat bersama PUPR dan BBWS. Hari Jumat pagi kita pastikan bersama bahwa air itu sudah sampai ke lokasi tersebut,” katanya.

Untuk memastikan distribusi air berjalan sesuai rencana, Dinas Pertanian juga menggandeng Kodim 1620/Lombok Tengah. Babinsa di wilayah Desa Penujak dan Desa Bonder diminta ikut mengawal proses pengaliran air hingga mencapai lahan pertanian yang membutuhkan.

Yusuf optimistis tanaman padi yang saat ini memasuki fase bunting masih dapat terselamatkan. Terlebih, karakteristik tanah di wilayah tersebut merupakan tanah lempung yang mampu menahan air dalam waktu relatif lama.

“Kalau sekarang teraliri, insyaallah selamat. Tanah di Desa Bonder itu tanah lempung, sehingga bisa menahan air cukup lama,” ujarnya.

Ia menambahkan, program Oplah yang pemerintah jalankan sejauh ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan indeks pertanaman. Jika sebelumnya petani hanya mampu menanam padi satu kali dalam setahun, kini sebagian petani bisa menanam hingga dua kali dalam setahun.

Karena itu, Dinas Pertanian berharap persoalan kekurangan air yang terjadi saat ini dapat segera teratasi sehingga target peningkatan produksi pangan dan ketahanan pangan nasional tetap tercapai.

“Harapan kita petani di Desa Bonder tidak hanya sukses tanam, tetapi juga sukses sampai panen,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait