SMKN 1 Jonggat Ciptakan Motor Berbahan Bakar Gas LPG, Jarak Tempuh hingga 140 Kilometer
Lombok Tengah (NTBSatu) – Semangat berinovasi terus tumbuh di SMKN 1 Jonggat. Setelah mengembangkan motor listrik, kini guru dan siswa sekolah tersebut berhasil merancang motor hibrida berbahan bakar gas LPG sebagai alternatif kendaraan yang lebih hemat dan ramah terhadap kebutuhan energi masa depan.
Guru Teknik Sepeda Motor SMKN 1 Jonggat, Ahmad Zahrani Azhar mengatakan, ide tersebut muncul saat Pertalite sempat langka pada 2022. Kondisi itu memicu guru dan siswa mencari solusi melalui inovasi di bengkel sekolah.
“Kami melihat saat itu gas LPG justru mudah ditemukan. Dari situ muncul ide mengonversi motor berbahan bakar minyak menjadi berbahan bakar gas,” ujarnya kepada NTBSatu kemarin.
Motor hasil modifikasi itu mampu menempuh jarak sekitar 130 hingga 140 kilometer hanya dengan satu tabung LPG 3 kilogram. Dari sisi biaya, penggunaannya juga jauh lebih hemat.
“Kalau dibandingkan bensin, biayanya sekitar setengahnya,” katanya.
Menariknya, motor tersebut tetap menggunakan sistem hibrida. Pengendara bisa beralih dari gas ke bensin ketika tabung gas habis, sehingga kendaraan tetap praktis untuk perjalanan jauh.
Ahmad menjelaskan, proses pengembangan masih terus berjalan. Salah satu tantangan yang masih mereka hadapi ialah performa mesin saat mesin pertama kali menyala.
Saat ini, tim mengatasinya dengan memanaskan mesin menggunakan bensin lebih dulu sebelum beralih ke gas. Cara tersebut membuat motor dapat beroperasi dengan baik.
“Kalau mesinnya sudah panas, baru kita pindahkan ke gas. Alhamdulillah hasilnya sudah bagus,” jelasnya.
Sarana Siswa Belajar Hal Baru
Kepala SMKN 1 Jonggat, Ruju Rahmad mengatakan, proyek tersebut bukan sekadar membuat kendaraan alternatif, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi siswa agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi otomotif.
“Anak-anak harus mengenal teknologi kendaraan masa depan. Ke depan, dunia otomotif akan berkembang ke arah kendaraan hibrida dan listrik,” katanya.
Ia menjelaskan, inovasi tersebut lahir dari Kelompok Inovasi sekolah yang sejak beberapa tahun terakhir aktif mengembangkan berbagai teknologi tepat guna. Sebelumnya, kelompok itu juga berhasil membuat motor listrik dengan sistem pengisian daya menggunakan panel surya.
Tim mengembangkan motor berbahan bakar gas itu selama sekitar tiga bulan. Mereka memanfaatkan motor matik bekas lalu memodifikasinya menjadi kendaraan hibrida.
Ke depan, SMKN 1 Jonggat berencana membawa inovasi tersebut ke ajang Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) sekaligus terus menyempurnakan teknologinya.
Ahmad juga berharap pemerintah dapat mendukung pengembangan kendaraan berbahan bakar gas melalui regulasi dan penyediaan stasiun pengisian BBG di NTB.
“Kalau infrastrukturnya tersedia, inovasi seperti ini tentu akan semakin mudah berkembang,” tutupnya. (*)




