Murnah Derita Penyakit Kulit dan Hidup Tanpa WC, Pemkab Loteng Siapkan Penanganan
Lombok Tengah (NTBSatu) – Murnah, warga Dusun Kumbak, Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, hidup dalam keterbatasan di tengah penyakit kulit yang ia derita.
Selain tidak mampu bekerja, perempuan berusia 38 tahun itu juga mengaku belum memiliki fasilitas WC dan kamar mandi yang layak di rumahnya.
Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari Murnah menjadi tidak mudah. Bahkan untuk makan, ia mengaku kerap harus dibantu oleh anaknya yang masih bersekolah.
“Sekarang enggak bisa kerja saya. Makan juga enggak bisa kalau enggak anak saya yang suapin,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Andalkan Bantuan Keluarga dan Tetangga Sekitar
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Murnah mengaku mengandalkan bantuan dari keluarga dan tetangga sekitar. Menurutnya, saat ini keluarganya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.
“Enggak ada penghasilan. Cuman dari tetangga-tetangga yang ngasih. Kakak saya juga yang sering bantu,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Murnah mengaku belum pernah menerima bantuan sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun bantuan sembako. Bantuan yang ia terima hanya berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anaknya yang masih bersekolah.
“BLT enggak ada, PKH enggak ada, sembako juga enggak ada. Cuman anak saya dapat KIP,” ungkapnya.
Tak hanya itu, rumah yang ia tempati bersama keluarganya juga belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai. Murnah mengatakan keluarganya saat ini harus menumpang menggunakan WC milik kerabat karena WC yang sebelumnya sudah rusak dan tidak dapat ia gunakan.
“Punya dulu, tapi sudah rusak. Sekarang numpang punya kakak,” ujarnya.
Kondisinya juga semakin rumit karena hingga kini ia belum memiliki KTP elektronik. Menurut Murnah, penyakit yang ia derita membuat proses perekaman sidik jari tidak dapat dilakukan sehingga pengurusan KTP terkendala.
“Sering saya berusaha bikin KTP, tapi enggak bisa katanya petugas karena sidik jari,” katanya.
Murnah berharap ada bantuan yang dapat meringankan beban hidupnya. Terutama, terkait pengobatan dan kebutuhan dasar keluarganya.
Tanggapan Bupati Lombok Tengah
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengatakan pemerintah daerah telah mulai mengambil langkah penanganan.
Menurutnya, Dinas Kesehatan telah mengaktifkan BPJS Kesehatan milik Murnah. Sehingga yang bersangkutan dapat memperoleh layanan pengobatan melalui fasilitas kesehatan.
“Dinas Kesehatan sudah mengaktifkan BPJS kesehatannya. Karena ada KK, berarti ada nomor induk kependudukan dan sudah sah menjadi penduduk,” kata Pathul.
Ia menegaskan, kondisi kesehatan Murnah harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, pihaknya juga meminta puskesmas setempat untuk melakukan tindak lanjut.
Selain penanganan kesehatan, Dinas Sosial Lombok Tengah juga telah bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan awal kepada keluarga tersebut.
“Dinas Sosial sudah berkemas dan berangkat ke sana mengantarkan ala kadarnya dulu. Besok akan kita tinjau lagi,” katanya.
Terkait kondisi rumah dan tidak adanya fasilitas sanitasi yang layak, Pathul mengaku akan meminta jajarannya untuk segera melakukan penanganan agar Murnah mendapat kehidupan yang layak. (*)




