KBRI: Tak Ada WNI Jadi Korban Serangan Houthi di Bandara Riyadh
Jakarta (NTBSatu) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyebut belum ada laporan WNI meninggal atau terluka akibat serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi. KBRI Riyadh telah mengimbau WNI untuk berada di tempat aman.
“Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” bunyi pernyataan KBRI Riyadh, Minggu, 11 Oktober 2026.
Mengutip Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA), menyampaikan serangan tersebut mengakibatkan 12 korban meninggal. Korban meninggal terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Selain itu, terdapat 309 korban luka-luka dan sejumlah korban dalam kondisi kritis. Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit.
Sebagai informasi, jumlah WNI yang berada di Arab Saudi per Desember 2025 tercatat 361.147 orang. KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan memantau kondisi di lapangan. Langkah ini bertujuan memastikan keberadaan WNI yang menjadi korban atau menjalani perawatan di rumah sakit Riyadh dan sekitarnya.
Serangan tersebut juga telah berdampak pada penghentian sementara operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Penghentian operasional akan berlangsung hingga otoritas menyelesaikan pemeriksaan dan penilaian untuk memastikan keselamatan fasilitas bandara.
Kedutaan meminta WNI yang bepergian dari atau menuju Arab Saudi mengonfirmasi status perjalanan kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Kedutaan juga menegaskan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi dan mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi. Terutama Riyadh, agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat-tempat yang menjadi titik kerawanan.
“Warga Negara Indonesia juga diimbau untuk tetap tenang, mematuhi arahan otoritas setempat. Serta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh,” kata KBRI. (04)




