Sumbawa Barat

Tahapan Pilkades Serentak KSB Dimulai Juni, Pencoblosan Dijadwalkan Oktober 2026

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mulai mematangkan lini masa pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026. Seluruh rangkaian regulasi dan tahapan krusial diproyeksikan berjalan aktif mulai bulan depan.

Rencananya, pesta demokrasi tingkat desa ini bergulir selama setengah tahun penuh hingga akhir periode tahun anggaran berjalan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa KSB, H. Abdul Hamid menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah merampungkan payung hukum berkekuatan tetap untuk mengawal jadwal tersebut.

“Diperkirakan tahapan itu bakal awal mulai berlaku sejak Juni sampai nanti Desember dan sejauh ini tidak ada masalah,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 22 Mei 2026.

IKLAN

Gelar Sosialisasi dan Bimtek

Meski agenda utama baru bergulir Juni, ia mengeklaim, rangkaian pra-tahapan telah berjalan di tingkat bawah. Langkah awal ini berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia yang akan mengawal pemungutan suara.

Panitia kabupaten telah mengumpulkan unsur pimpinan administrasi desa, untuk menyamakan persepsi terkait aturan main pemilihan. Agenda sosialisasi serta bimbingan teknis (bimtek) mendalam juga telah selesai.

“Di tingkat desa, kita sudah undang Sekretaris Desa dan Ketua BPD, karena mereka yang akan membuat panitia. Kemarin itu baru semacam sosialisasi dan bimtek,” jelasnya.

IKLAN

Aparatur desa yang telah mengikuti pembekalan, kini wajib menyusun struktur kepanitiaan lokal secara mandiri. Pengesahan formasi kepanitiaan tingkat desa nantinya melalui Surat Keputusan (SK) internal bentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Setelah seluruh SK kepanitiaan tingkat desa rampung, proses awal tahapan resmi baru bisa mulai. Lini masa baku mengenai hari pencoblosan hingga pelantikan akan tertuang melalui keputusan kepala daerah.

“Mereka buatkan SK internal untuk panitia tingkat desa, setelah itu baru nanti masuk ke tahapan. Tahapan kegiatan dan jadwal yang berjalan sampai akhir itu dibuat dengan SK Bupati,” tambahnya.

Ia mengimbau, masyarakat kabupaten yang ingin berpartisipasi maupun mencalonkan diri mulai mencermati perkiraan waktu pemungutan suara. Adapun target hari H pencoblosan sejauh ini jatuh, pada triwulan akhir 2026.

“Tahun ini pelaksanaan Pemilunya, kalau tidak salah di Oktober tanggal hari pencoblosannya. Tetapi nanti pas sesudah ada SK Bupati tentang tahapan, semua kegiatan bisa kita share di media,” terangnya.

Pemerintah daerah optimis, transisi kepemimpinan di 21 desa KSB ini akan berjalan kondusif dan tepat waktu. Pihaknya juga memperketat kerja sama lintas sektoral bersama aparat penegak hukum, guna mengamankan seluruh tahapan pemilihan. (Andini)

Artikel Terkait

Back to top button