Sumbawa Barat

Imbas Dana BGN Macet, Lima Dapur MBG di KSB Tutup Sementara

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa Barat menemui hambatan baru. Keterlambatan pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) memicu penghentian sementara operasional lima dapur penyedia.

Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis Sumbawa Barat, Firbani Ramadan membenarkan masalah krusial tersebut. Pihaknya mencatat, penutupan sementara lima dapur MGB berlangsung sejak awal pekan.

“Lima titik dapur pengolahan makanan menghentikan aktivitas memasak sejak Senin lalu,” ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026. 

IKLAN

Perubahan Sistem Pembayaran

Firbani menjelaskan, penyebab utama kendala tersebut berasal dari perubahan sistem pembayaran. Pihak Badan Gizi Nasional menerapkan mekanisme anyar secara mendadak kepada pengelola.

Sistem yang lama mengandalkan skema laporan mingguan instan. Pengelola menerima dana segar secara otomatis setelah mengirim dokumen pertanggungjawaban.

“Regulasi pusat saat ini mewajibkan pemakaian modal awal secara lebih ketat,” katanya. 

IKLAN

Aturan baru mengharuskan serapan anggaran minimal 30 persen dari pagu. Pengelola wajib membelanjakan sekitar 150 juta rupiah sebelum mengajukan dana berikutnya.

Kondisi tersebut sempat melumpuhkan dapur di wilayah Maluk hingga Taliwang. Area Brang Rea dan Poto Tano juga merasakan dampak buruk kebijakan ini.

Namun, Firbani membawa angin segar terkait proses administrasi keuangan mitra. Sebagian dapur mulai menerima transfer modal untuk melanjutkan pelayanan siswa.

“Beberapa titik sudah mengantongi pencairan dana dan segera memasak kembali,” ujarnya. 

Saat ini Sumbawa Barat mengelola 15 dapur aktif pada delapan kecamatan. Pihak koordinator wilayah memutuskan pembatasan pendaftaran mitra baru demi kelancaran program. (*) 

Artikel Terkait