Peta Kekuatan Berubah di Mandalika: Drama Tikungan 10 dan 16 Saksi Bisu Kejutan Moto3 2026
Mataram (NTBSatu) – Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika pada Minggu, 11 Oktober menyajikan suguhan tensi tinggi yang sulit ditebak. Di saat mata dunia dan ribuan pasang mata masyarakat NTB di tribun tertuju pada kepastian Maximo Quiles mengunci gelar Juara Dunia Moto3 2026, dinamika persaingan di lintasan 20 lap ini justru diwarnai kejutan manuver di titik-titik krusial yang mengubah peta kekuatan sepanjang laga.
Sektor teknis sirkuit menjadi panggung pembuktian bagi para pembalap. Sorotan tajam mengarah pada aksi Veda Ega Pratama yang tampil sangat agresif di rumah sendiri. Memanfaatkan keunggulan di area Tikungan 16 dan Tikungan 17 pada lap ke-8, pembalap muda Indonesia ini sempat memotong jalur cepat dan menembus rombongan tiga besar.
Kontak fisik yang tak terelakkan di lap ke-12 sempat memicu insiden kecil yang membuatnya melebar. Namun kontrol motor yang stabil membawa Veda menyentuh garis finis di urutan keenam dengan selisih waktu 2,145 detik dari pemenang. Tambahan 10 poin ini sekaligus mendongkrak posisi Veda ke peringkat ke-8 klasemen sementara dengan total 115 poin.
Sementara itu, perebutan podium tertinggi berlangsung sengit hingga lap pamungkas. Kunci kemenangan Quiles ditentukan lewat keberaniannya mengambil risiko di Tikungan 10 pada lap ke-19, di mana ia melakukan late braking untuk mendahului David Almansa. Quiles akhirnya mengamankan podium pertama dengan catatan waktu total 33 menit 45,120 detik, disusul Almansa di posisi kedua (+0,085 detik) dan Brian Uriarte di peringkat ketiga (+0,312 detik). Kemenangan ini membuat koleksi poin Quiles menjadi 285 poin, angka yang secara matematis tak lagi sanggup dikejar para pesaingnya.
Pencapaian manis di bumi Lombok ini menjadi momen paling bersejarah bagi sang jawara baru.
“Ini adalah momen paling luar biasa dalam karier saya. Bisa mengunci gelar juara dunia di Sirkuit Mandalika yang begitu indah dengan atmosfer penonton yang luar biasa rasanya sungguh tidak nyata,” ujar Maximo Quiles mengutip Detikcom.
Kombinasi antara perebutan gelar juara dunia yang dramatis, aksi pantang menyerah wakil lokal di barisan depan, serta riuh antusiasme masyarakat NTB menjadikan seri Mandalika kali ini salah satu balapan paling berkesan sepanjang musim Moto3 2026. (*)




