Sumbawa

Rumuskan Solusi Daerah, Sekolah Pilar Muda Serahkan 16 Poin Rekomendasi untuk Masa Depan Sumbawa

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Persoalan kerusakan hutan, krisis regenerasi petani, hingga ancaman banjir menjadi sorotan generasi muda dalam forum Public Hearing Sekolah Pilar Muda. Sejumlah rekomendasi yang disampaikan pelajar dan mahasiswa itu langsung mendapat respons dari Bupati Sumbawa, Ir. Syarafuddin Jarot yang menegaskan komitmennya memperkuat program penghijauan dan penyelamatan lingkungan di daerah.

Forum yang digagas bersama H. Johan Rosihan dan MY Institute tersebut, menghadirkan 19 delegasi pelajar dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa. Mereka menyampaikan hasil sidang Sekolah Pilar Muda yang menyoroti persoalan persampahan, alih fungsi kawasan hutan. Kemudian, aktivitas pertanian di daerah rawan hingga mitigasi banjir di daerah aliran sungai.

Bupati Jarot mengaku terkejut, sekaligus mengapresiasi keberanian generasi muda yang mulai aktif menyuarakan isu lingkungan dan masa depan daerah.

IKLAN

“Saya merasa senang mendengar seluruh rekomendasi yang disampaikan adik-adik Sekolah Pilar Muda. Ide-ide ini muncul di saat yang tepat dan sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menyelamatkan lingkungan,” ujar Bupati Jarot, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Bupati Jarot, persoalan lingkungan saat ini menjadi tantangan serius yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Karena itu, pemerintah daerah mulai memperkuat Program Sumbawa Hijau Lestari sebagai langkah menjaga kawasan hutan dan memperbaiki kondisi lingkungan.

“Saya ingin menghijaukan Sumbawa melalui Program Sumbawa Hijau Lestari,” tegasnya.

IKLAN

Ia mengungkapkan, sejak awal kepemimpinannya pemerintah daerah fokus memperkuat pengawasan kawasan hutan, termasuk membentuk satuan tugas yang bekerja selama 24 jam untuk mencegah pembukaan lahan baru secara ilegal.

“Kami sudah membentuk satgas hutan untuk menjaga kawasan hutan dari pembukaan lahan baru, termasuk untuk penanaman jagung,” katanya.

Selain pengawasan, pemerintah daerah juga menyiapkan program pembagian bibit tanaman gratis kepada masyarakat pada tahun depan sebagai bagian dari gerakan penghijauan.

“Tahun depan kami kembali menganggarkan bibit tanaman gratis. Di beberapa lokasi penanaman sudah berjalan dan hasilnya cukup baik,” jelasnya.

Bangun Kesadaran Generasi Muda Daerah

Delegasi muda juga menyoroti, menurunnya minat generasi muda menjadi petani dan meningkatnya tekanan terhadap lingkungan akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Wakil Ketua Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, menilai forum tersebut menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap persoalan daerah.

“Anak muda hari ini harus terlibat dalam membicarakan masa depan lingkungan dan tata kelola daerahnya sendiri,” ujarnya.

Ia juga berkomitmen mengawal rekomendasi yang telah disusun para delegasi, agar dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry menilai, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

“Pemuda hari ini adalah kompas pembangunan masa depan daerah,” katanya. (Marwah)

Artikel Terkait

Back to top button