Puskesmas di Lombok Tengah Mulai Benahi Layanan Disabilitas Lewat APBD Perubahan
Lombok Tengah (NTBSatu) – Sejumlah puskesmas di Kabupaten Lombok Tengah mulai membenahi fasilitas bagi penyandang disabilitas melalui APBD Perubahan 2026.
Perbaikan menyasar area parkir khusus, toilet aksesibel, jalur landai (ramp), penanda (signage), hingga loket pelayanan bagi kelompok rentan.
Pendampingan HWDI NTB dan FITRA NTB melalui Program SPARK mendorong puskesmas melibatkan penyandang disabilitas dalam menyusun usulan perbaikan fasilitas.
Technical Assistance Program SPARK Lombok Tengah FITRA NTB, Masnim, mengatakan kebutuhan aksesibilitas sudah semestinya masuk dalam prioritas anggaran pemerintah daerah, termasuk melalui APBD Perubahan.
“Padahal kebutuhannya tidak banyak dan tidak membutuhkan biaya besar. Misalnya, cukup mengganti keran dengan model yang lebih mudah, memberikan penanda pada area parkir khusus penyandang disabilitas, atau melakukan penyesuaian kecil lainnya agar fasilitas menjadi lebih aksesibel,” katanya saat berkunjung ke Puskesmas Praya, Sabtu, 25 Juli 2026.
Menurut Masnim, Puskesmas Puyung menjadi contoh karena sejak awal melibatkan HWDI dalam mengidentifikasi kebutuhan hingga menyusun rencana pembenahan. Pendekatan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Direktur Global International Budget Partnership (IBP), Ana Patricia Munoz, saat berkunjung ke Lombok Tengah pada pertengahan Juli lalu.
Ia berharap semakin banyak puskesmas menerapkan layanan yang inklusif ketika kunjungan serupa kembali dilakukan tahun depan.
Masnim juga menyebut DPRD Lombok Tengah telah menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut. Menurutnya, dewan menilai kebutuhan anggarannya relatif kecil dan siap mendukung selama usulan masuk melalui mekanisme resmi.
Libatkan Penyandang Disabilitas
Ketua HWDI NTB, Sri Sukarni, menilai pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah masih jarang ditemukan di daerah lain yang menjalankan Program SPARK.
Program itu berjalan di delapan provinsi. Namun, menurutnya, tidak banyak daerah yang melibatkan organisasi penyandang disabilitas sejak tahap perencanaan.
“Yang paling kami apresiasi adalah pemerintah benar-benar melibatkan organisasi penyandang disabilitas secara langsung dalam proses perencanaan dan perbaikan layanan,” ujarnya.
Ia mengatakan sebagian besar kebutuhan yang diusulkan sebenarnya berupa penyesuaian sederhana, seperti parkir yang mudah diakses, jalur menuju ruang pelayanan, hingga fasilitas Unit Gawat Darurat (UGD) yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Praya Target Mulai November
Kepala Puskesmas Praya, Baiq Yusriati, mengatakan pihaknya telah mengusulkan sejumlah perbaikan melalui APBD Perubahan. Prioritasnya meliputi parkir khusus, toilet aksesibel, penyesuaian area pendaftaran, meja pelayanan yang ramah pengguna kursi roda, hingga loket khusus bagi kelompok rentan.
Kelompok rentan tersebut mencakup penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan prioritas.
Yusriati menjelaskan, usulan masih dalam tahap konsultasi untuk masuk APBD Perubahan. Jika berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik mulai sekitar November 2026.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bonjeruk, Mardi, memastikan pembenahan fasilitas akan memanfaatkan dana SiLPA melalui APBD Perubahan.
Menurutnya, pekerjaan ini bertahap menyesuaikan kondisi bangunan dan kemampuan anggaran. Puskesmas juga telah menerima contoh desain serta rekomendasi teknis dari HWDI NTB dan FITRA NTB sebagai acuan pelaksanaan.
Ia berharap, seluruh pembenahan nantinya benar-benar sesuai kebutuhan penyandang disabilitas dan kelompok rentan sehingga pelayanan kesehatan dasar di Lombok Tengah menjadi lebih mudah diakses.(*)




