96 Pelajar Sumbawa Jalani Rehabilitasi Narkoba, Pemkab Perkuat Benteng Generasi Muda
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa mencatat, sebanyak 96 pelajar menjalani rehabilitasi dalam kurun tiga tahun terakhir.
Temuan itu mendorong Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat upaya pencegahan melalui pendidikan, keluarga, dan kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang berlangsung di Aula SMP Negeri 3 Sumbawa Besar, Kamis, 23 Juli 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo mengajak seluruh masyarakat membangun gerakan bersama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan anak-anak muda.
“Semua elemen masyarakat harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Kita harus menjaga generasi muda agar tidak kehilangan masa depan karena penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Ia menilai, pendekatan pencegahan harus mengikuti karakter Generasi Z yang kini mendominasi kelompok usia produktif. Karena itu, pemerintah mendorong Program Teman Sebaya. Hal ini agar pelajar dapat saling mengingatkan dan mengedukasi teman-temannya mengenai bahaya narkoba.
Menurutnya, keluarga juga memegang peran penting dalam membangun karakter anak. Orang tua perlu memahami pola komunikasi generasi muda agar mampu memberikan pendampingan yang lebih efektif.
Budi juga mengingatkan perkembangan teknologi digital memberi ruang baru bagi peredaran narkotika. Pelaku kini memanfaatkan media digital untuk menjangkau calon pengguna. Sehingga pengawasan dan edukasi harus mengikuti perkembangan tersebut.
“Peredaran narkoba sekarang tidak lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Pelaku memanfaatkan teknologi digital sehingga kita harus memperkuat pengawasan dan edukasi,” katanya.
BNN Temukan 72 Siswa Terindikasi Terpapar Narkoba
Kepala BNN Kabupaten Sumbawa, AKBP Denny Priadi, S.Sos., mengatakan HANI menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang memerlukan kerja sama seluruh pihak.
Ia mengungkapkan Klinik Pratama BNN Kabupaten Sumbawa menangani 296 pasien rehabilitasi selama tiga tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 193 orang berusia 15 hingga 25 tahun, sedangkan 96 orang masih berstatus pelajar.
Selain itu, BNN bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sumbawa melaksanakan deteksi dini terhadap 570 siswa di enam SMP dan sepuluh SMA pada akhir 2025. Hasil pemeriksaan menunjukkan 72 siswa dari empat SMP dan delapan SMA terindikasi terpapar penyalahgunaan narkoba.
“Kami ingin menyelamatkan generasi muda melalui edukasi sejak dini. Program ANANDA BERSINAR dan Program Teman Sebaya kami dorong agar pelajar ikut menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Denny.
Ia menegaskan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mempersempit ruang peredaran narkotika.
“Katakan iya pada prestasi dan katakan tidak pada narkoba. Sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang sehat, produktif, dan bebas narkoba,” pungkasnya. (*)




