Debit Mata Air Lombok Timur Turun 65 Persen
Lombok Timur (NTBSatu) – Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, menyebut debit hampir seluruh sumber mata air yang menjadi tumpuan pelayanan mengalami penurunan drastis di tengah kondisi kekeringan.
Dari total 24 sumber mata air yang dikelola PDAM, Sopyan menyebut rata-rata debit mengalami penurunan sekitar 65 persen.
Kondisi itu berdampak terhadap hampir seluruh pelanggan PDAM Lombok Timur yang kini mencapai sekitar 41 ribu sambungan.
“Dari 24 sumber mata air kita itu mengalami penurunan yang drastis. Penurunannya sekitar 65 persen,” kata Sopyan, Kamis, 8 Oktober 2026.
Penurunan debit membuat PDAM harus mengatur ulang distribusi air ke sejumlah wilayah.
PDAM menerapkan sistem giliran agar pelayanan tetap menjangkau pelanggan di berbagai kecamatan.
Sopyan mengatakan, PDAM terkadang mengalirkan air selama dua hari ke satu desa, kemudian mengalihkan distribusi ke desa lainnya.
“Kalau sekarang kita fokus sama satu wilayah atau satu kecamatan, maka kecamatan yang lain sama sekali tidak akan dapat air,” ujarnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah sumber yang menyuplai wilayah selatan hingga Kota Selong, Sikur, Terara, Sakra, dan Masbagik.
Bahkan, salah satu sumber yang sebelumnya menghasilkan sekitar 100 liter per detik kini hanya menyisakan sekitar 30 persen dari debit normal.
“Dari 100 liter per detik itu sekarang menjadi sekitar 30 liter per detik,” katanya.
Sopyan memperkirakan kondisi tersebut masih bisa memburuk jika kekeringan terus berlangsung. Karena itu, PDAM menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Mobil Tangki Jadi Solusi Darurat
Salah satunya dengan mengerahkan mobil tangki secara gratis ke wilayah yang membutuhkan. Saat ini PDAM memiliki dua mobil tangki dan rata-rata melakukan lima hingga 10 kali distribusi setiap hari.
PDAM juga meminta tambahan dua mobil tangki kepada Bupati Lombok Timur.
Pemerintah daerah, kata Sopyan, telah menyiapkan tambahan armada tersebut untuk memperkuat pelayanan selama kondisi kekeringan.
Selain distribusi air, PDAM mulai melakukan penghijauan di sekitar sumber mata air. Di kawasan Lemor, PDAM bersama Polri dan jajaran Forkopimda telah melakukan penanaman pohon.
PDAM juga mencari alternatif sumber air baru. Sopyan menyebut, pihaknya tengah bernegosiasi untuk memanfaatkan salah satu sumber di Masbagik yang kondisinya masih relatif baik.
PDAM juga memiliki rencana mengembangkan sumber air di Masbagik dan Joben dengan potensi debit sekitar 150 liter per detik.
Namun, PDAM belum menghitung kebutuhan anggaran untuk merealisasikan rencana tersebut.
“Kita sedang negosiasi di Masbagik. Kebetulan dengan kondisi El Nino saat ini, ada salah satu sumber mata air di situ yang masih relatif cukup baik,” pungkasnya. (*)




