Antisipasi Bencana, KSB Sebar 50 Anggota Tagana di Tiap Kecamatan
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) di tengah masyarakat. Keberadaan sekitar 50 anggota Tagana tersertifikasi menjadi ujung tombak pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana.
Peran anggota relawan tersebut mencakup seluruh tahapan penanganan darurat secara terpadu. Tugas mereka meliputi kegiatan mitigasi pra-bencana hingga pemulihan kondisi pascabencana.
Kepala Dinsos KSB, Ns. H. Kamaluddin, S.Kep. menyampaikan, pihaknya menjalankan program edukasi kesiapsiagaan kebencanaan di lingkungan sekolah. Kegiatan edukasi tersebut menargetkan para siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA.
“Tagana saat ini melaksanakan program Tagana Masuk Sekolah untuk menyampaikan edukasi kesiapsiagaan bencana,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 8 Oktober 2026.
Lewat program ini, para siswa mempelajari langkah persiapan sebelum bencana serta tindakan saat dan setelah bencana terjadi. Selain materi kebencanaan, petugas juga menyisipkan edukasi pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
Tak hanya di sekolah, petugas juga aktif memberikan pendampingan trauma healing bagi korban bencana. Layanan pemulihan psikologis ini telah menyasar warga di beberapa lokasi terdampak musibah kebakaran.
Penempatan Tersebar dan Respons Cepat di Kecamatan
Dinsos KSB menyebar personel Tagana di seluruh wilayah kecamatan guna memastikan efektivitas penanganan. Sistem penempatan terpadu ini memungkinkan petugas memberikan respons cepat saat bencana terjadi.
Anggota Tagana di kecamatan setempat langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen awal. Langkah tersebut bertujuan mengukur tingkat keparahan bencana serta menentukan kebutuhan bantuan darurat secara presisi.
“Kami telah melatih secara khusus anggota Tagana agar mereka dapat memberikan penilaian dan masukan kepada kami ketika terjadi suatu bencana.” tambah Kamaluddin.
Seluruh anggota Tagana telah mengantongi sertifikat resmi setelah mengikuti pelatihan khusus kebencanaan. Sertifikasi tersebut membekali mereka untuk bertindak langsung sebagai narasumber kegiatan sosialisasi di masyarakat.
Pemerintah daerah memperbarui struktur kepengurusan organisasi Tagana di Sumbawa Barat setiap tiga tahun sekali. Pembenahan organisasi ini bertujuan menjaga mutu performa serta penyegaran kapasitas personel di lapangan.
“Kehadiran Tagana menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah daerah di tengah masyarakat saat situasi darurat bencana,” pungkasnya. (*)




