Olahraga

Parade MotoGP Hidupkan Ekonomi UMKM NTB

Mataram (NTBSatu) – Antusiasme masyarakat NTB menyambut gelaran MotoGP Mandalika kembali terlihat dalam pelaksanaan Riders Parade di Jalan Udayana, Kota Mataram, Rabu, 7 Oktober 2026.

Ribuan masyarakat memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan langsung para pembalap MotoGP yang hadir menyapa warga menjelang penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit.

Bagi masyarakat, kehadiran para pembalap menjadi momentum istimewa untuk merasakan langsung atmosfer ajang olahraga motor kelas dunia yang kembali digelar di NTB.

Ibu Asih, warga Taman Karang Baru, Bumi Gora, Kota Mataram, mengaku bangga dapat menyaksikan langsung Riders Parade. Ia menilai, kepercayaan penyelenggaraan MotoGP kepada NTB menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

“Sangat bangga sekali karena NTB itu salah satu provinsi yang dipercayakan untuk mengadakan Mandalika,” ujarnya.

Ia datang bersama rekan-rekan sejawat dan tiba sekitar pukul 15.45 Wita. Meski baru tiba, suasana di Jalan Udayana telah dipenuhi masyarakat.

“Sangat menarik. Di sini sudah penuh lautan manusia,” katanya.

Antusiasme serupa disampaikan Emi, warga Narmada, Lombok Barat, yang secara khusus datang ke Kota Mataram bersama keluarga untuk melihat pembalap idolanya secara langsung.

“Karena ingin melihat idola,” kata Emi ketika ditanya alasan datang dari Narmada.

Bagi Emi, keramaian dan berdesak-desakan bukan menjadi persoalan karena kesempatan menyaksikan pembalap MotoGP secara langsung merupakan pengalaman yang istimewa.

“Seru, ramai. Namanya idola, walaupun kita dari jauh dan berdesakan, namanya juga sekali seumur hidup,” tuturnya.

Masyarakat juga melihat Riders Parade sebagai momentum yang dapat memperkuat daya tarik pariwisata NTB. Yuni, seorang guru TK yang datang bersama murid dan rekan-rekannya, mengatakan antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya warga yang hadir, termasuk masyarakat dari luar daerah.

“Senang sekali, apalagi menjadi tuan rumah untuk event-event terbesar,” ujarnya.

Menurut Yuni, kegiatan seperti Riders Parade memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat dan berpotensi memperkenalkan NTB kepada lebih banyak wisatawan.

“Kalau memang menambah devisa negara, aman-aman saja. Apalagi di Lombok, siapa tahu dengan adanya ini pariwisatanya semakin mendunia,” katanya.

UMKM Ikut Rasakan Dampak Keramaian

Besarnya jumlah masyarakat yang hadir juga memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi Riders Parade.

Zul, salah seorang pedagang, mengatakan penjualannya meningkat dibandingkan hari biasa. Produk yang paling banyak diminati pembeli adalah minuman.

“Kalau di saat pawai lumayan. Betul, meningkat,” ujarnya.

Menurut Zul, keramaian menjadi faktor yang mendorong peningkatan transaksi. Ia berharap kegiatan yang mampu menghadirkan banyak masyarakat dapat terus digelar karena semakin ramai pengunjung, semakin besar pula peluang UMKM mendapatkan pembeli.

“Kalau ramai orang, otomatis orang belanja ramai,” katanya.

Hal serupa dirasakan Parjana, pedagang yang berjualan di kawasan tersebut. Ia menyebut penjualan pada saat Riders Parade lebih tinggi dibandingkan hari biasa.

“Peningkatan, ya, peningkatan,” ujarnya.

Parjana memperkirakan penjualannya pada momentum tersebut meningkat sekitar 11–15 persen. Produk yang banyak diminati pembeli antara lain leker dengan varian rasa cokelat dan Oreo.

Ia berharap UMKM lokal terus mendapat ruang dalam berbagai kegiatan besar yang digelar di NTB, termasuk rangkaian kegiatan MotoGP.

“Ya, harus,” katanya ketika ditanya mengenai harapannya agar UMKM kembali dilibatkan dalam kegiatan MotoGP berikutnya.

Bagi Parjana, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut menjadi peluang bagi UMKM lokal untuk ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan event berskala internasional.

Transaksi Meningkat, Pelanggan Baru Berdatangan

Cerita lebih besar datang dari Baiq Sumindah, pelaku UMKM asal Mataram. Ia mengaku penjualan produknya meningkat sekitar 50 persen dibandingkan kondisi biasanya.

“Kalau hari ini, meningkatnya 50 persen bagi saya,” ujarnya.

Bahkan, stok minuman lemon tea yang disiapkannya dibuat lebih banyak dibandingkan hari biasa. Buah, lemon tea, dan risol menjadi sejumlah produk yang diminati pengunjung.

Menariknya, pelanggan yang datang tidak hanya berasal dari NTB. Baiq Sumindah mengatakan terdapat wisatawan mancanegara serta pengunjung dari luar daerah, termasuk Jawa dan Madura, yang membeli produknya.

Salah seorang rombongan dari Dinas Pariwisata Jawa Timur bahkan langsung mencicipi risol buatannya di lokasi dan kemudian membeli dalam jumlah lebih banyak.

“Dia beli risol saya, langsung dia makan di sini katanya enak, langsung dia beli lumayan banyak,” ungkapnya.

Momentum tersebut tidak hanya menghasilkan transaksi pada hari pelaksanaan Riders Parade, tetapi juga membuka peluang terbentuknya pelanggan baru. Sejumlah pembeli bahkan meminta nomor kontak agar dapat kembali membeli produknya ketika berkunjung ke Lombok.

“Dia sampai minta nomor telepon,” katanya.

Baiq Sumindah berharap keterlibatan UMKM lokal dalam kegiatan berskala besar seperti MotoGP dapat terus diperluas, baik di tingkat Provinsi NTB maupun Kota Mataram.

“Kalau bisa apa pun event-event di Provinsi NTB ataupun di Kota Mataram ini kita dilibatkan UMKM,” harapnya.

Event Besar, Peluang Ekonomi bagi Masyarakat

Pengalaman para pelaku UMKM tersebut menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan menyambut MotoGP tidak hanya menghadirkan kemeriahan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan ruang interaksi ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

Keramaian warga meningkatkan peluang transaksi, memperkenalkan produk UMKM kepada konsumen baru, sekaligus membuka kemungkinan terbentuknya pelanggan dari luar daerah.

Sementara bagi masyarakat, Riders Parade menjadi kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan para pembalap MotoGP sekaligus merasakan atmosfer penyelenggaraan ajang olahraga internasional di daerah sendiri.

Antusiasme masyarakat dan pengalaman para pelaku UMKM tersebut menjadi bagian dari semangat NTB menyambut MotoGP Mandalika. Kehadiran event internasional diharapkan terus memberikan dampak yang semakin luas, tidak hanya bagi sektor olahraga dan pariwisata, tetapi juga bagi aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Dengan dukungan masyarakat dan keterlibatan pelaku usaha lokal, rangkaian MotoGP Mandalika menjadi momentum bersama untuk memperkenalkan NTB kepada dunia sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event berskala internasional. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait