Teman Kuliah Kenang Sosok Nadya yang Ceria dan Aktif di Kelas
Mataram (NTBSatu) – Kepergian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany yang ditemukan meninggal di kamar kosnya di Gomong Sakura, Kota Mataram pada 18 Mei 2026, meninggalkan duka mendalam bagi teman-teman kuliahnya.
NTBSatu mendatangi Kampus II Unram di Seganteng, Kota Mataram, tempat Nadya menempuh pendidikan, dan bertemu langsung dengan sejumlah teman sekelasnya.
Salah seorang teman Nadya, Rifani Ayu Lestari mengaku, mengenalnya sejak semester pertama. Selama kuliah bersama, Nadya sosok yang ceria dan aktif di kelas.
“Sejauh ini yang kita kenal dia ceria anaknya, enjoy (santai, red), asik, aktif juga di kelas,” ujar Rifani bersama beberapa teman lainnya kepada NTBSatu, Jumat, 22 Mei 2026.
Teman-temannya juga mengenal Nadya sebagai pribadi yang baik dan sigap membantu orang lain. “Baik banget orangnya. Misalnya, ada kenapa-kenapa dimintai tolong cepat dia,” lanjut mereka.
Menurut Rifani, Nadya tidak mengikuti organisasi kampus. Meski begitu, mereka cukup sering menghabiskan waktu bersama, terutama pada semester lalu.
“Kalau selesai kelas sering makan bareng di kantin,” kata Rifani.
Belakangan, komunikasi mereka dengan Nadya mulai berkurang karena masing-masing sibuk menjalani aktivitas perkuliahan dan program Asisten Mengajar (AM) untuk mahasiswa semester 6 dan 7.
Teman-temannya juga menyebut, Nadya jarang masuk kelas dalam sepekan terakhir sebelum kejadian karena menjalani tugas Asisten Mengajar di sekolah tempatnya bertugas.
“Statistik dia tidak masuk, waktu itu dia izin kalau enggak salah,” ujar Roro Sinta, teman sekelas Nadya.
Terkejut Mendengar Kabar Nadya Meninggal
Kabar meninggalnya Nadya membuat teman-teman sekelasnya terkejut. Hingga kini, mereka mengaku masih sulit mempercayai kabar tersebut.
“Bukan kaget lagi, kayak mimpi gitu,” ungkap mereka.
Mereka merasakan suasana kelas berubah sejak Nadya tidak lagi bersama mereka. Sosok Nadya dinilai mampu mencairkan suasana dan membawa energi positif di kelas.
“Dia cukup membangun suasana. Karena dia ceria banget orangnya,” kata Rinanda Divia.
Terkait kondisi terakhir Nadya sebelum kejadian, teman-temannya mengaku tidak mengetahui secara pasti. Mereka juga memilih tidak berspekulasi mengenai peristiwa tersebut.
“Kita juga enggak tahu kejadiannya seperti apa,” ujar Rifani.
Di akhir wawancara, teman-teman Nadya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan berharap kasus tersebut segera terungkap.
“Semoga almarhumah tenang, bahagia di sana. Dan kasusnya cepat terpecahkan pelakunya,” ujar Rifani. (*)




