Risiko Tugas Tinggi, Damkar Mataram Ajukan Insentif Rp300 Ribu
Mataram (NTBSatu) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram mengusulkan kenaikan insentif bagi para petugas melalui pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan personel yang setiap hari menjalankan tugas dengan risiko tinggi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Mataram, Rudi Suryawan mengatakan, petugas saat ini menerima gaji pokok sekitar Rp1,8 juta. Selain gaji pokok, personel memperoleh insentif sebesar Rp150.000 per orang setiap bulan.
Rudi menyebut, pihaknya berencana mengusulkan kenaikan insentif menjadi Rp300.000 per orang setiap bulan.
“Harapan kami tahun depan, khususnya melalui APBD Murni, ada kenaikan insentif bagi anggota menjadi Rp300.000 per orang setiap bulannya,” ujar Rudi, Minggu, 20 September 2026.
Menurutnya, usulan tersebut mempertimbangkan beban kerja serta risiko yang harus dihadapi petugas saat menjalankan tugas. Personel tidak hanya bertugas menangani kebakaran, tetapi juga harus siap menghadapi berbagai kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.
“Risiko pekerjaan teman-teman cukup tinggi. Mereka harus selalu siap ketika ada laporan kebakaran maupun kejadian darurat lainnya,” katanya.
Rudi menjelaskan, sebelumnya petugas juga mendapatkan tambahan melalui uang piket. Namun, perubahan pola penugasan membuat skema tersebut mengalami penyesuaian.
“Dulu ada uang piket. Sekarang pola penugasannya sudah berubah, sehingga kami berharap insentif ini bisa menjadi perhatian pemerintah,” jelasnya.
Menurut Rudi, tambahan insentif juga diharapkan mampu menjaga semangat personel dalam menjalankan tugas. Terlebih, petugas harus selalu siap bergerak ketika terjadi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.
“Anggota setiap hari harus siap siaga. Ketika ada kejadian besar, teman-teman yang sedang lepas piket pun biasanya ikut turun membantu,” ujarnya.
Usulan Penambahan Personil
Selain insentif finansial, Damkarmat Kota Mataram juga menyoroti pentingnya penambahan personil, terutama dari unsur non-muslim. Penambahan ini dinilai krusial untuk membantu pembagian tugas piket dan penjagaan secara bergantian, khususnya saat hari-hari besar keagamaan di mana sebagian besar anggota muslim menjalankan ibadah dan hari raya.
“Kita minta supaya mereka hadir minimal satu regu hampir pada saat hari-hari besar,” kata Rudi.
Untuk menjaga kesiapsiagaan, Damkar Kota Mataram mengerahkan sekitar 20 hingga 21 personel setiap hari untuk menjalankan piket. Solidaritas antaranggota juga menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian berskala besar.
“Kalau ada kejadian besar, kami tidak hanya mengandalkan anggota yang sedang piket. Teman-teman yang lepas piket juga punya kepedulian untuk membantu,” kata Rudi.
Selain persoalan kesejahteraan, Damkar Kota Mataram terus memperhatikan kesiapan sarana dan prasarana. Tiga unit kendaraan pemadam khusus (foam) mendapat perawatan secara berkala agar tetap siap digunakan saat menghadapi kondisi darurat.
“Kendaraan harus selalu siap. Karena ketika laporan masuk, kami tidak bisa menunggu lama. Personel dan sarana harus sama-sama siap bergerak,” tegasnya.
Rudi berharap, dukungan anggaran untuk peningkatan insentif dapat terealisasi melalui APBD Murni. Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan personel perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap usulan ini mendapat dukungan. Tugas teman-teman sangat penting karena menyangkut keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (*)




