Kaling Perketat Pendataan Penghuni Kos-kosan
Mataram (NTBSatu) – Maraknya hotel melati yang beralih fungsi menjadi rumah kos membuat jajaran kewilayahan Cakranegara memperketat pendataan penghuni kos-kosan.
Kepala lingkungan (kaling) mendapat tugas memantau eks hotel yang kini menjalankan fungsi sebagai tempat hunian.
Camat Cakranegara, Irfan Syafindra mengatakan, pihaknya menerima informasi terkait penurunan tingkat kunjungan sejumlah hotel melati. Kondisi tersebut membuat sebagian pengusaha penginapan kelas menengah ke bawah memilih mengubah usaha menjadi rumah kos.
“Informasi yang kami himpun, tingkat kunjungan hotel-hotel melati memang sudah jauh berkurang,” kata Irfan, Minggu, 20 September 2026.
Menurut Irfan, perubahan perilaku pasar serta kemunculan kos modern memberi tekanan besar bagi pengelola hotel konvensional. Kos-kosan elite menawarkan tarif harian lebih murah dengan fasilitas yang lebih lengkap dan relatif baru.
“Mereka kalah bersaing dengan keberadaan kos-kosan elite yang harganya justru lebih murah kalau harian, tetapi fasilitasnya lebih lengkap dan baru,” ujarnya.
Menghadapi perubahan tersebut, Irfan meminta seluruh lurah dan kaling memperkuat pendataan bangunan eks hotel yang kini berfungsi sebagai rumah kos. Kaling juga diminta mencatat keberadaan penghuni serta memantau aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga.
Pendataan tersebut, kata Irfan, penting untuk memastikan setiap bangunan yang menjalankan fungsi hotel maupun kos memiliki identitas dan aktivitas yang jelas. Kaling menjadi ujung tombak pemantauan lantaran bersentuhan langsung dengan kondisi lingkungan dan masyarakat.
“Mulai dari indikasi tindakan asusila, penyalahgunaan narkoba, hingga tindak kejahatan seperti pencurian yang kerap memanfaatkan kelengahan di rumah kos,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan, Penagihan, dan Penyuluhan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Achmad Amrin menyebut, empat hotel melati telah resmi menyampaikan surat pemberitahuan terkait perubahan fungsi usaha menjadi kos-kosan.
“Sementara ini yang resmi mengajukan surat pemberitahuan ada empat hotel melati yang beralih menjadi kos-kosan,” katanya. (*)




