PendidikanSumbawa Barat

Bentuk Karakter Siswa, KSB Rampungkan Kurikulum Mulok Samawa pada 2027

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat terus mematangkan langkah pembentukan karakter generasi muda daerah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB menargetkan penerapan penuh kurikulum Muatan Lokal (Mulok) berbasis kearifan budaya Samawa pada awal tahun ajaran 2027.

Pasalnya, program strategis ini berfokus utama pada pembentukan dan penguatan karakter peserta didik di sekolah. Nilai-nilai lokal bakal menjadi fondasi utama dalam sistem pembelajaran harian siswa.

IKLAN

Kepala Dinas Dikbud KSB Agus, S.Pd., M.M. menegaskan, penyusunan kurikulum muatan lokal membutuhkan proses panjang serta berjenjang. Oleh karena itu, Lembaga Adat Tana Samawa kini tengah menggodok perumusan materi dan substansi utamanya.

“Ini bukan cuma sebatas seragam, melainkan lebih kepada pendidikan karakter berbasis budaya dan kearifan Samawa,” ujar Agus, Kamis, 17 September 2026.

Sebab, target utamanya adalah bagaimana nilai-nilai budaya ini bisa terinternalisasi dengan baik dalam diri anak-anak. Langkah ini memastikan para siswa memahami betul akar budaya daerahnya sendiri.

IKLAN

Selain itu, Agus menjelaskan bahwa seminar yang terlaksana sebelumnya merupakan langkah awal penyamaan pemahaman bersama. Forum tersebut menyelaraskan gagasan kurikulum muatan lokal dengan visi besar pemerintah daerah.

Lewati Enam Tahapan Sistematis

Sebab, penyusunan ini wajib melalui lima hingga enam tahapan sistematis yang tidak boleh terlewati. LATS merancang penuntasan materi dasar melalui rangkaian agenda lanjutan pada tanggal 21–22 mendatang.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB bakal mengambil alih proses kerja begitu pihak LATS menuntaskan seluruh substansi. Pihak dinas akan memimpin tahapan teknis hingga penyiapan perangkat pendukung di sekolah.

“Setelah tuntas di ranah LATS, baru pihak Dikbud mengambil alih untuk penyiapan pencetakan buku dan pelatihan guru,” jelas Agus.

Di samping itu, pihak dinas juga akan mematangkan kesiapan perangkat keras maupun perangkat lunak pendukungnya. Langkah ini bakal menjamin kesiapan seluruh fasilitas pembelajaran sebelum kurikulum berjalan resmi.

Lebih lanjut, Agus berharap seluruh persiapan teknis serta administratif dapat rampung tepat waktu. Kedisiplinan jadwal ini memastikan seluruh sarana pendukung siap pakai secara menyeluruh pada tahun ajaran baru 2027.

Hasilnya, penerapan kurikulum baru ini bakal berjalan optimal di seluruh jenjang sekolah se-Kabupaten Sumbawa Barat. Program ini siap melahirkan generasi muda KSB yang berkarakter kuat dan berakar pada budaya lokal. (*)

Artikel Terkait