NTBPolitik

Musdalub Demokrat NTB Tertunda, Pelaksanaan Diprediksi Awal Oktober

Mataram (NTBSatu) – Penundaan pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Demokrat NTB menimbulkan banyak pertanyaan. Agenda yang semula rencananya berlangsung pada 18 September 2026, kini belum memiliki jadwal pengganti resmi.

Pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Demokrat NTB yang semula dijadwalkan pada 18 September 2026 tertunda. Hingga kini, partai belum menetapkan jadwal pengganti secara resmi.

Anggota DPRD NTB Fraksi Demokrat, Abdul Rauf, membenarkan adanya informasi penundaan tersebut.  Menurutnya, pelaksanaan selanjutnya masih menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat.

IKLAN

“Jadi ini kan terkait Musdanya sudah ada informasi untuk ditunda, engak jadi tanggal 18 itu. Cuma saya sendiri belum lihat suratnya,” kata Abdul Rauf, Selasa, 15 September 2026.

Ia menyebut, penundaan berkaitan dengan persoalan teknis, termasuk kesiapan DPP. Selain itu, Demokrat juga sedang menyibukkan diri dengan rangkaian peringatan ulang tahun partai Demokrat yang ke-25.

“Yang ada informasinya di kami saat ini adalah penundaan ini karena soal teknis kayak kesiapan DPP dan sebagainya,” ujar legislator dari Daerah Pilih (Dapil) 6 NTB tersebut.

IKLAN

Prediksi Awal Oktober

Rauf juga memperkirakan Musdalub dapat berlangsung pada awal Oktober. Namun, ia menegaskan perkiraan tersebut belum menjadi keputusan resmi partai.

“Makanya penundaan itu menunggu informasi lebih lanjut, kayanya sih, prediksi saya di awal-awal bulan, bulan Oktober,” sambungnya.

Abdul Rauf menegaskan jadwal tersebut masih bisa berubah. Itu hanya prediksi internal kader partai. “Karena ini sifatnya tidak pasti, kita menunggu lah,” tegasnya.

Ketidakpastian jadwal membuat tahapan Musdalub belum memiliki kepastian waktu yang jelas bagi kader dan calon peserta.

Sejumlah Nama Mulai Muncul

Di tengah penundaan tersebut, sejumlah nama mulai muncul sebagai kandidat yang berpotensi mengikuti kontestasi kepemimpinan Demokrat NTB. Rauf menyebut, Hadi Gunawan dan Indra Jaya Usman (IJU) sebagai figur yang sudah mulai berproses.

Namun, ia belum dapat memprediksi kekuatan masing-masing calon karena belum ada informasi terbuka mengenai tahapan pencalonan.

“Ya kalau yang sudah berproses itu ada beberapa kan, kayak Pak Hadi Gunawan, ada pak IJU, nah kita masih belum bisa prediksi ini karena belum ada yang terekspos, mereka seperti apa,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan pencalonan akan terlihat setelah partai membuka pendaftaran secara resmi. Rauf juga mengatakan, seluruh kader memiliki peluang mengikuti Musdalub selama memenuhi persyaratan.

Ia menyebut, salah satu syarat minimal pencalonan berkaitan dengan dukungan 20 persen atau tiga suara DPC. “Makanya pada saat pendaftaran nanti dibuka, siapa yang bisa daftar, itulah yang bisa kita bahas,” katanya.

Ia menilai, proses pencalonan harus menunggu pembukaan pendaftaran. Dengan demikian, nama-nama yang beredar saat ini belum pasti sebagai calon resmi.

“Kita masih belum bisa prediksi ini karena belum ada yang terekspos,” ujarnya.

Musdalub Demokrat NTB kini bergantung pada keputusan lanjutan DPP dan kesiapan panitia. Sampai saat ini, belum ada tanggal baru yang diumumkan secara resmi kepada publik. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait