NTB

Grup Virtual LGBT Marak di Lombok, Remaja di Bawah Umur Mulai Terjaring

Mataram (NTBSatu) – Aktivitas komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kian menunjukkan eksistensinya secara terbuka di ruang digital Nusa Tenggara Barat (NTB) selama beberapa waktu terakhir.

Penelusuran NTBSatu pada sejumlah platform media sosial Facebook menunjukkan kemunculan berbagai grup publik dan privat di wilayah Lombok. Grup tersebut mengakomodasi ribuan akun untuk berinteraksi secara masif.

“Khusus orang Lombok doang, cewek jangan bergabung. Kalau ada yang bergabung akan dikeluarkan,” bunyi deskripsi salah satu grup saluran WhatsApp bernama Lombokfriend yang beroperasi sejak April 2025 lalu.

IKLAN

Berdasarkan pantauan NTBSatu, salah satu grup publik Facebook dengan nama “Gay Party Lombok” mencatatkan jumlah anggota mencapai 1.500 akun aktif. Selain grup tersebut, terdapat pula wadah serupa seperti “Lombok Pelangi” yang mengumpulkan 998 anggota.

Selanjutnya grup “Sahabat Top dan Bottom Lombok NTB” yang bergerak sebagai grup privat dengan 394 anggota.

Pola Interaksi dan Keterlibatan Remaja

Dalam pola interaksinya, para anggota grup memanfaatkan ruang virtual ini untuk saling bertukar pesan anonim. Selain itu, mereka juga mencari pasangan hingga melakukan transaksi kebutuhan personal.

IKLAN

Pantauan di salah satu grup menunjukkan, banyak unggahan anggota yang mencari dan menjual perlengkapan pengaman untuk berhubungan intim.

Fenomena ini juga memperlihatkan adanya keterlibatan remaja di bawah umur yang secara terbuka mendaftarkan diri atau mencari relasi. Di beberapa grup menunjukkan beberapa unggahan dari akun anonim yang mengaku masih berusia 16 tahun dan berdomisili di kawasan Lombok Timur dan Mataram.

Mereka terlihat secara aktif mengunggah status spesifik mengenai peran orientasi seksual yang mereka cari untuk mendapatkan respons dari anggota grup lainnya.

Eksistensi Halaman Penggemar Khusus

Selain bergerak dalam bentuk grup diskusi komunal, jaringan ini juga meluas melalui pembuatan halaman penggemar publik. Hal ini terlihat pada laman bernama “Gay Lombok Fansclub” yang beroperasi sejak awal 2023 dan telah mengumpulkan 1.300 pengikut.

Laman ini secara berkala memicu interaksi para anggotanya dengan melemparkan pertanyaan terbuka untuk mendeteksi keaktifan para pengikutnya di wilayah NTB.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik NTB, Ahsanul Khalik, meminta masyarakat untuk langsung melapor jika menemukan konten penyimpangan serupa. “Partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi seluruh warga NTB,” ujarnya kepada NTBSatu pada Rabu, 1 Juli 2026.

Terbukanya akses grup-grup ini di media sosial memperlihatkan pergeseran pola komunikasi komunitas marginal di Lombok. Kelompok LGBT memanfaatkan fitur grup publik untuk menjaring keanggotaan hingga menyasar kelompok usia remaja.(*)

Artikel Terkait