Kota BimaPemerintahan

Dinsos Kota Bima Ubah Pola Penanganan Kemiskinan, Tak Lagi Sekadar Bagi Bansos

Kota Bima (NTBStu) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima merombak pola pendampingan bagi kelompok rentan dengan langsung menyasar akar persoalannya, yakni pembenahan mentalitas dan ketahanan ekonomi keluarga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Bima, Rusdhan mengatakan, penanganan kemiskinan ekstrem tidak lagi cukup hanya dengan membagikan bantuan sosial.

Karena itu, pihaknya mewujudkan langkah tersebut lewat program Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial Tahun Anggaran 2026 yang menyasar 60 penerima manfaat.

IKLAN

Ia menyebutkan, sebanyak 40 peserta dari kelompok penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, lansia, hingga gelandangan dan pengemis (gepeng) pihaknya kumpulkan untuk pembentukan karakter. Sementara 20 peserta sisanya merupakan pihak keluarga pendamping yang mendapatkan pelatihan khusus ketahanan ekonomi.

Rusdhan juga menjelaskan ketiadaan kemandirian ekonomi dan minimnya rasa percaya diri kerap menjadi penyulut utama bertahannya masalah sosial di tengah masyarakat.

“Kami ingin memutus rantai ketergantungan. Bantuan materiil akan cepat habis jika mentalitasnya tidak kita benahi. Melalui bimbingan ini, kami menanamkan rasa percaya diri agar mereka tidak terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah,” tegas Rusdhan saat memberikan keterangan, Selasa, 15 September 2026.

IKLAN

Fondasi Keberhasilan Program Kemandirian

Pendekatan dari akar masalah tersebut bermula pada pemulihan jiwa dan mental. Pihaknya menilai, penguatan spiritual menjadi fondasi utama yang mendasari keberhasilan program kemandirian.

“Dalam sesi mental dan spiritual, kami mengajak peserta untuk selalu bersyukur dan menjaga amanah yang mereka punya. Ketika mereka mampu menghargai diri sendiri, rasa optimistis untuk mandiri itu akan muncul,” lanjut Rusdhan.

Tak berhenti pada aspek spiritual, Rusdhan menuturkan pihaknya mewajibkan 20 keluarga pendamping untuk memiliki daya tahan ekonomi secara mandiri. Pihaknya mendorong keluarga untuk jeli melihat peluang usaha yang ada di lingkungan sekitar rumah mereka.

“Keluarga pendamping kami dorong untuk melihat potensi lokal yang bisa mereka olah menjadi sumber penghasilan. Mereka harus memiliki keterampilan yang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan kemandirian,” ujar Rusdhan.

Dinsos Kota Bima terus berkomitmen untuk menerjunkan tim pendamping ke lapangan untuk mengawal perkembangan seluruh alumni program. Pihaknya optimistis intervensi yang menyasar langsung pada akar masalah ini mampu melahirkan kemandirian sejati bagi warga rentan di Kota Bima. (*)

Artikel Terkait