Seminggu Dibuka, Pendaftaran Anggota KPID NTB Masih Sepi Peminat
Mataram (NTBSatu) – Tim Seleksi (Timsel) Pemilihan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masa jabatan 2026-2029 mencatat, baru dua orang pendaftar yang menyelesaikan registrasi daring hingga Kamis, 2 Juli 2026.
Ketua Tim Seleksi KPID NTB, Ahsanul Khalik menyebutkan, kedua pendaftar tersebut masing-masing berdomisili di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah.
“Hingga hari ini, pendaftar yang telah menyelesaikan proses registrasi secara daring baru berjumlah dua orang,” ujarnya kepada NTBSatu pada Kamis, 2 Juni 2026.
Meski angka registrasi setelah seminggu pembukaan ini masih minim, Ahsanul menyebut antusiasme masyarakat tetap tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya calon peserta yang mendatangi Sekretariat Tim Seleksi. Mereka berkonsultasi mengenai tata cara pendaftaran daring dan pemenuhan dokumen administrasi.
Sebagian besar pelamar saat ini masih mengurus berkas kelengkapan wajib. Beberapa berkas wajib seperti SKCK, surat keterangan sehat, serta surat dukungan dari tokoh masyarakat atau organisasi kemasyarakatan. Tim Seleksi optimis angka pendaftar akan melonjak sebelum batas akhir penutupan pada 21 Juli 2026 pukul 00.00 Wita.
Sejauh ini, profil pelamar yang masuk maupun yang berkonsultasi merupakan wajah-wajah baru yang belum pernah menduduki kursi anggota KPID NTB sebelumnya. Karena proses masih berjalan, pihak Timsel belum memetakan komposisi latar belakang profesi maupun kualitas awal para pelamar.
Peluang Sama Untuk Wajah Baru
Ahsanul menegaskan, Timsel membuka kesempatan yang sama bagi setiap warga negara yang memenuhi kriteria. Ia tidak akan membedakan latar belakang baik dari kalangan akademisi, profesional, praktisi media, hingga organisasi masyarakat.
Partisipasi dari berbagai figur berkualitas sangat krusial agar proses seleksi ini mampu melahirkan anggota yang memiliki kompetensi, integritas, serta komitmen kuat dalam mewujudkan ekosistem penyiaran sehat di NTB.
Selain itu, ia juga memastikan tidak ada keluhan teknis yang berarti selama proses pendaftaran daring. Untuk mengantisipasi hambatan sistem, Timsel telah menyiagakan tim Teknologi Informasi (TI) yang siap mengawal dan mendampingi para pelamar jika mengalami kesulitan melalui nomor layanan konsultasi di laman resmi.
Jaminan Independensi dari Intervensi
Menanggapi keraguan publik, Ahsanul memberikan garansi penuh bahwa independensi seluruh tahapan seleksi berada di tangan Tim Seleksi. Ia juga menegaskan program ini bukan di bawah kendali Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik).
Oleh karena itu, Timsel berkomitmen penuh untuk menjaga objektivitas dan transparansi kerja serta menutup rapat celah intervensi dari pihak luar.
“Tim Seleksi berkomitmen menjalankan seluruh tahapan secara objektif, transparan, profesional, dan bebas dari intervensi pihak mana pun,” tegasnya.
Melalui prinsip akuntabilitas dan kompetensi ini, proses penyaringan diharapkan dapat membuang jauh-jauh praktik transaksional.
Muara dari seleksi ketat ini adalah lahirnya anggota KPID NTB yang paham akan regulasi, menguasai tupoksi, serta mampu mengawali industri penyiaran di NTB agar semakin profesional dan bertanggung jawab. (*)




