Gubernur Iqbal Cabut Pergub Tarif Hotel Jelang MotoGP Mandalika, Harga Kini Ikuti Pasar
Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, resmi mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Pengaturan Batas Tertinggi Kenaikan Tarif Akomodasi.
Pencabutan menjelang 25 hari gelaran MotoGP Mandalika. Pemprov NTB mengambil langkah ini berdasarkan hasil evaluasi bersama para pelaku industri pariwisata daerah.
Pergub tersebut berisi tentang memperbolehkan menaikkan harga kamar hotel sampai tiga kali lipat untuk hotel yang berada di zona I (Lombok Tengah), kemudian untuk zona II (Kota Mataram dan Lombok Barat), hotel boleh menaikkan harga kamar hingga dua kali lipat, dan hotel di zona III (Lombok Utara) boleh menaikkan harga kamar satu kali lipat saja.
Gubernur Iqbal menjelaskan, pemerintah mencabut aturan batas tarif karena kondisi pariwisata Mandalika saat ini sudah jauh berbeda daripada saat pemerintah pertama kali membentuk Pergub tersebut.
“Pemerintah dulu membuat Pergub itu untuk memberikan ruang atau justifikasi bagi kalangan hotel untuk menaikkan harga. Alasannya, karena event hanya berlangsung sekali dalam setahun. Sekarang, hampir setiap minggu ada event di Mandalika dan tingkat hunian resort di sana sudah sangat tinggi,” ujar Iqbal selepas pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) MotoGP di Mataram, Senin, 14 September 2026.
Menurut Iqbal, pengusaha justru rentan menjadikan keberadaan Pergub sebagai legitimasi untuk melakukan overpricing. Dengan mencabut Pergub tersebut, pemerintah kini menyerahkan penentuan harga akomodasi secara penuh pada mekanisme pasar.
Terkait kekhawatiran mengenai permainan harga oleh broker, Iqbal mengonfirmasi bahwa pemerintah akan merancang regulasi khusus untuk mengatur keterlibatan pihak ketiga dalam penjualan tiket dan akomodasi setelah gelaran MotoGP kali ini selesai.
Solusi Akomodasi Alternatif
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus Direktur Operasional/Komersial ITDC InJourney Group, Troy Reza Warokka, merespons positif keputusan tersebut. Menurutnya, industri pariwisata dan penonton kini memiliki banyak pilihan.
Guna mengantisipasi ketersediaan kamar, Troy mengatakan bahwa pihak penyelenggara dan stakeholder menyiapkan berbagai pilihan akomodasi pendukung. Misalnya, menambah camping ground, menyediakan kapal pelayaran di pelabuhan, hingga menambah kamar baru hasil ekspansi hotel-hotel di Mandalika.
“Kami tidak hanya menyelenggarakan MotoGP. Namun juga memikirkan solusi akomodasinya. Penonton sekarang diuntungkan dengan banyaknya opsi konektivitas, seperti penambahan extra flight,” jelas Troy.
Hingga pertengahan September, penyelenggara melaporkan kesiapan fisik sirkuit telah mencapai 80 persen. Pekerja sedang mengejar penyelesaian pekerjaan yang meliputi track painting, pembenahan fasilitas tribun, garasi tim, penerangan jalan umum (PJU), hingga kelistrikan. Penyelenggara menjadwalkan rakor teknis final berlangsung di area sirkuit pada 17 September.
Dari sisi pengamanan, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah Mandalika saat ini aman dan kondusif. Polda NTB menerjunkan 300 personel pada masa pra-operasi, 2.600 personel gabungan pada hari H, serta 800 personel pasca-event, dengan dukungan BKO dari Mabes Polri, Polda Jatim, dan Polda Bali.
Untuk mengantisipasi masalah klasik pemalsuan tiket dan stiker kendaraan, Polda NTB membentuk tim khusus dari Ditreskrimum.
“Tahun lalu kami tidak punya pembanding. Kali ini kami sudah meminta sampel stiker dan gelang asli dari pihak penyelenggara. Dengan begitu, personel di lapangan dapat menertibkan stiker atau gelang yang tidak sesuai dengan cepat,” tutur Hari Nugroho. (Japriani)




