Lalu Muhamad Iqbal Masuk 10 Besar Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda
Mataram (NTBSatu) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, masuk jajaran 10 besar kepala daerah dengan kinerja terbaik di Indonesia versi anak muda untuk periode Januari hingga Maret 2026.
Penilaian dari kelompok usia produktif secara nasional ini merupakan parameter penting mengenai bagaimana arah kebijakan pembangunan. Selain itu penilaian ini merupakan hasil dari gaya kepemimpinan di NTB mendapat respons oleh publik.
Berdasarkan hasil data GoodStats dengan tajuk “10 Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda”, Iqbal mengamankan posisi 10 besar. Ia berhasil meraih 1,2 persen suara responden.
Meski bersaing dengan figur-figur dari wilayah berpopulasi padat seperti Pulau Jawa dan Sumatera, keterwakilan pemimpin dari NTB ini sebagai catatan bagi wilayah Indonesia bagian tengah.
Dampak Kebijakan Berbasis Pemuda
Keberhasilan Lalu Iqbal masuk dalam daftar riset nasional ini mencerminkan efektivitas komunikasi publik. Termasuk juga kebijakan yang bersentuhan dengan kebutuhan kelompok usia produktif.
Selama memimpin NTB, fokus pembangunan pada sektor ekonomi kreatif dan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu ia juga fokus pada sektor pariwisata berkelanjutan merupakan faktor yang memikat perhatian publik.
Kelompok anak muda saat ini cenderung memilih pemimpin yang responsif dan adaptif terhadap kemajuan teknologi. Selain itu, mereka juga akan lebih memilih pemimpin yang mampu membuka ruang kolaborasi yang luas bagi komunitas kreatif.
Respons responden ini menunjukkan pendekatan kerja yang berjalan di Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Iqbal searah dengan ekspektasi generasi muda.
Metodologi Pengumpulan Data
GoodStats menyelenggarakan jajak pendapat ini secara nasional sepanjang tanggal 1 hingga 30 Maret 2026. Riset ilmiah ini melibatkan sebanyak 800 responden. Survei ini secara khusus menyasar kelompok anak muda dengan rentang usia 17 hingga 40 tahun dari berbagai wilayah Indonesia.
Untuk memastikan akurasi data, tim peneliti mengumpulkan informasi menggunakan metode Computer-Assisted Self-Interviewing (CASI). Selain itu, mereka menerapkan teknik penarikan sampel acak berstrata.
Melalui pendekatan tersebut, survei mencatatkan toleransi kesalahan sebesar kurang dari lima persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. (*)




