Sumbawa

MUI Sumbawa Minta Panitia Tak Libatkan Pria Berpenampilan Perempuan dalam Pawai dan Gerak Jalan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa meminta panitia pawai budaya dan gerak jalan memperhatikan ketentuan agama menjelang rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

MUI terutama menyoroti penampilan laki-laki yang sengaja menyerupai perempuan dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat dan anak-anak.

Ketua Umum MUI Kabupaten Sumbawa, H. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., mengatakan pihaknya sudah menyampaikan perhatian tersebut kepada panitia dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa. Ia meminta pihak terkait segera mengambil langkah agar pelaksanaan kegiatan tetap menjaga nilai agama, moral, dan ketertiban masyarakat.

IKLAN

“Sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Sumbawa, saya tegaskan bahwa MUI Sumbawa tidak mengabaikan kebijakan dan imbauan MUI secara nasional. Kami meneruskan, mengawal, dan mengimplementasikan kebijakan tersebut sesuai konteks daerah. Kami juga sudah menyampaikan hal ini kepada panitia dan Sekretaris Daerah agar mereka segera menindaklanjutinya,” ujar Faisal kepada NTBSatu, Minggu 9 Agustus 2026.

Selanjutnya, Faisal meminta penyelenggara tidak hanya mengejar kemeriahan acara. Menurut dia, panitia juga perlu memperhatikan nilai agama, moral, etika, keselamatan, ketertiban, dan kemaslahatan masyarakat.

“Setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, terlebih anak-anak dan generasi muda, harus memperhatikan nilai agama, moral, etika, keselamatan, ketertiban, serta kemaslahatan masyarakat. Karena itu, penyelenggara perlu menyesuaikan kegiatan dengan kebijakan dan imbauan yang berlaku,” ujarnya.

Selain itu, MUI Kabupaten Sumbawa mendorong panitia tingkat kabupaten dan kecamatan untuk melakukan koordinasi sebelum menjalankan setiap rangkaian kegiatan. Langkah tersebut dapat membantu panitia menghindari pelaksanaan yang bertentangan dengan nilai agama dan ketertiban umum.

Faisal juga menegaskan bahwa MUI Sumbawa tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi polemik. Namun, ia meminta seluruh pihak tetap mengambil sikap tegas ketika menemukan bentuk kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan agama.

Evaluasi Jika Ada Pelanggaran

Berikutnya, MUI Sumbawa meminta panitia mengevaluasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan persoalan. MUI juga meminta panitia menyesuaikan atau menghentikan bagian kegiatan yang bertentangan dengan kebijakan keagamaan dan kepentingan masyarakat.

“Kami tidak ingin persoalan ini menjadi polemik di tengah masyarakat. Namun, ketegasan tetap diperlukan. Jangan sampai atas nama tradisi, kemeriahan, atau kegiatan tahunan, kita mengesampingkan prinsip agama, moral, keselamatan, dan kemaslahatan,” tegasnya.

MUI Sumbawa juga merujuk pada penjelasan MUI secara nasional mengenai larangan laki-laki menyerupai perempuan. MUI melalui penjelasan Komisi Fatwa sebelumnya menyebut perilaku laki-laki yang sengaja menyerupai perempuan sebagai perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Karena itu, Faisal meminta panitia kegiatan kemerdekaan menjaga bentuk penampilan peserta agar tetap sesuai dengan ketentuan agama dan tujuan kegiatan. Ia juga meminta masyarakat menyampaikan persoalan melalui jalur koordinasi yang tepat.

“Posisi MUI jelas. Kami mendukung kegiatan masyarakat yang positif, mendidik, tertib, dan bermanfaat. Namun, kami tidak membenarkan praktik yang bertentangan dengan nilai agama dan kemaslahatan masyarakat,” kata Faisal.

Terakhir, MUI Sumbawa akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan pihak terkait untuk melihat perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Faisal menegaskan bahwa MUI ingin hadir sejak awal agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan kemerdekaan secara tertib dan sesuai dengan nilai agama.

“Yang maslahat kita dukung, yang mudarat kita cegah, dan yang bertentangan dengan syariat serta ketertiban umum harus kita sikapi dengan tegas,” pungkas Faisal. (*)

Artikel Terkait