PemerintahanSumbawa

Bupati Jarot Dorong Pacuan Kuda Tradisional Jadi Penggerak Budaya dan Ekonomi

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mendorong masyarakat terus merawat pacuan kuda tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Sumbawa.

Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Bupati Sumbawa Cup 2026 di Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Minggu, 9 Agustus 2026.

Bupati Sumbawa Cup 2026 berlangsung mulai 9 hingga 16 Agustus 2026. Agenda tersebut menghadirkan pacuan kuda tradisional sebagai salah satu kekuatan budaya Sumbawa sekaligus ruang pertemuan masyarakat dari berbagai daerah.

IKLAN

Menurut Jarot, masyarakat Sumbawa telah menjaga tradisi pacuan kuda secara turun-temurun. Karena itu, ia mendorong masyarakat terus mengenalkan tradisi tersebut kepada generasi muda.

“Kuda Sumbawa, meskipun memiliki postur yang relatif kecil, memiliki kemampuan berlari yang baik dan tidak kalah dengan kuda-kuda lainnya,” ujar Jarot.

Selanjutnya, Jarot menilai pacuan kuda memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Bupati Sumbawa Cup 2026 untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Sumbawa.

“Melalui Bupati Sumbawa Cup 2026, kita terus merawat tradisi sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya Sumbawa,” katanya.

Gerakkan Ekonomi dan Pariwisata

Selain menjaga budaya, Jarot melihat pacuan kuda dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran penonton dan peserta dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan berbagai produk selama kegiatan berlangsung.

Lebih lanjut, agenda tersebut juga membuka peluang promosi pariwisata Sumbawa. Jarot berharap pacuan kuda mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara.

“Event ini juga menjadi ruang untuk menggerakkan UMKM lokal, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, menarik wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, serta memperkenalkan Sumbawa kepada dunia,” ujar Jarot.

Karena itu, Jarot mengajak seluruh pihak menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung. Ia juga meminta peserta dan penonton menjaga sportivitas serta suasana kondusif hingga agenda berakhir pada 16 Agustus 2026.

“Mari kita sukseskan bersama dengan semangat jaga keselamatan, jaga sportivitas, dan jaga kondusivitas, agar tradisi pacuan kuda terus hidup dan menjadi kebanggaan Sumbawa,” tegas Jarot. (*)

Artikel Terkait