Hindari Tumpang Tindih Pelatihan Kerja, UPTD BLK KSB Dorong Sistem Satu Pintu
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat mendorong pembenahan tata kelola pelatihan kerja. UPTD Balai Latihan Kerja Sumbawa Barat mengambil langkah ini demi mencegah tumpang tindih program antar-organisasi perangkat daerah.
Saat ini beberapa instansi kerap menggelar pelatihan sejenis secara terpisah. Kondisi tersebut memicu ketidakselarasan kurikulum serta mengurangi efisiensi pelaksanaan program.
Kepala UPTD BLK Disnakertrans KSB, Randi Darmansyah, S.IP., menegaskan pentingnya pemusatan pelatihan kerja. Ia menilai, seluruh program pelatihan idealnya berjalan terpadu melalui BLK.
“Kegiatan di luar BLK lebih tepat masuk kategori bimbingan teknis berdurasi singkat,” ujar Randi pada Senin, 14 September 2026.
Menurut Randi, peserta bimtek hanya menerima sertifikat kepesertaan biasa. Selain itu, peserta tidak mendapatkan sertifikat keahlian berstandar nasional dari lembaga resmi.
Pihak BLK Sumbawa Barat menawarkan skema kolaborasi untuk menyelesaikan masalah ini. OPD teknis bisa fokus memetakan calon peserta dari berbagai wilayah.
Sementara itu, pihak BLK siap menyediakan seluruh fasilitas pendukung pelatihan. Mereka menyiapkan peralatan lengkap, instruktur tepercaya, hingga kurikulum standar industri.
“Nanti OPD terkait cukup menyiapkan peserta, lalu kami menyediakan fasilitas dan penganggarannya,” jelas Randi.
Randi sudah menyampaikan rencana evaluasi ini kepada Bupati Sumbawa Barat dan Kepala Bappeda. Bappeda langsung meminta seluruh OPD berkoordinasi aktif dengan BLK.
Sistem satu pintu ini bakal mengarahkan tata kelola pelatihan kerja secara optimal. Selanjutnya, langkah tersebut berpeluang besar melahirkan tenaga kerja lokal yang kompeten serta bersertifikat resmi. (*)




