Cegah Remaja Terjerumus Narkoba, Desa Midang Perkuat Kader PKK
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, memperkuat pendampingan remaja melalui kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Program ini bertujuan mencegah penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, dan dampak negatif penggunaan gawai.
Kepala Desa Midang, Samsudin mengatakan, pihaknya menggelar edukasi pola asuh anak dan remaja di era digitalisasi. Samsudin menjelaskan, program tersebut mendorong orang tua mengawasi penggunaan telepon genggam secara proporsional.
Ia menilai, penggunaan gawai membantu anak mengikuti perkembangan pendidikan dan informasi. Namun, orang tua tetap perlu mengarahkan penggunaannya agar tidak berlebihan.
“Tujuannya adalah supaya menggunakan gadget ini, Handphone ini ya secara proporsional. Jangan 100 persen tergantung sama dia,” ujar Samsudin kepada NTBSatu, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, sebagian anak mulai menghabiskan waktu dengan gawai tanpa pengawasan memadai. Ia mencontohkan anak yang lupa belajar dan mengaji karena terlalu lama menggunakan telepon genggam.
“Sekarang anak-anak kan sampai lupa belajar, sampai lupa ngaji. Bangun tidur sudah pegang HP sampai tidur lagi,” katanya.
Karena itu, Samsudin mendorong orang tua tidak melarang penggunaan gawai secara total. Ia menilai keluarga perlu membangun kebiasaan penggunaan gawai yang sehat dan terarah.
“Boleh, bukan tidak boleh. Karena HP itu sangat membantu,” ujarnya.
PKK Jadi Penghubung ke Keluarga
Dalam program tersebut, sekitar 25 kader PKK mengikuti edukasi khusus. Kader tersebut akan menyampaikan kembali materi kepada masyarakat di setiap dusun.
Samsudin mengatakan, kader PKK memiliki peran penting karena berhubungan langsung dengan keluarga. Ia berharap, edukasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Nanti para kader yang bantu untuk melanjutkan materi- materi ini ke tingkat dusun,” katanya.
Di sisi lain, Desa Midang juga menaruh perhatian terhadap potensi penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang. Samsudin menyebut, posisi Desa Midang yang berada di wilayah perkotaan membuat remaja bersinggungan dengan berbagai lingkungan.
Banyak warga desa yang bekerja di sektor pariwisata di Senggigi. Sehingga pergaulan dan gaya hidup bebas banyak masuk di desa ini.
“Harapan dari program ini pertama adalah tentu saya ingin anak-anak remaja ini betul-betul terarah. Yang kedua juga supaya anak remaja ini ya terhindar dari misalnya penyakit-penyakit masyarakat seperti narkoba,” katanya.
Samsudin mengakui potensi kenakalan remaja cukup tinggi di Desa Midang. Meski begitu, pemerintah desa ingin menekan kasus tersebut hingga mendekati nol.
“Tetap ada. Tapi kan kita ingin zero karena itu bahaya sekali,” tutupnya. (*)




