Lombok BaratPariwisata

Jembatan Cemare Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Patungan Beli Kayu untuk Akses Wisata

Lombok Barat (NTBSatu) – Warga Dusun Cemare, Desa Lembar Selatan, memilih patungan membeli kayu untuk memperbaiki jembatan rusak yang menjadi akses utama menuju Pantai Cemare. Upaya ini dilakukan karena pemerintah belum juga merealisasikan perbaikan permanen, meski warga telah menunggu selama bertahun-tahun

Kepala Dusun Cemare, Munawir mengatakan, warga bersama pedagang akan bergotong royong memperbaiki bagian jembatan yang lapuk. Perbaikan swadaya itu jadwalnya akan berlangsung pada Minggu mendatang.

“Kami iuran bersama pedagang untuk beli kayu. Desa nanti membantu biaya tukangnya,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.

IKLAN

Menurut Munawir, banyak balok kayu jembatan yang telah lapuk akibat usia dan beban kendaraan roda empat yang kerap melintas. Kondisi tersebut membuat jembatan semakin membahayakan pengguna.

Namun, hingga kini pemerintah belum mengalokasikan anggaran untuk penanganan, meski sejumlah pejabat telah mengetahui kondisi jembatan tersebut.

“Kami bingung. Kalau belum bisa bangun jembatan baru, paling tidak lakukan perawatan dulu,” katanya.

IKLAN

Menurut Munawir, kerusakan jembatan mulai mengganggu aktivitas ekonomi dan pariwisata. Situasi itu semakin terasa saat musim liburan ketika jumlah wisatawan meningkat. Ia mengungkapkan, beberapa kendaraan wisatawan bahkan sempat terperosok saat melintasi jembatan kayu tersebut.

“Kalau wisatawan terus mengalami kejadian seperti itu, citra wisata kami pasti ikut rusak,” ujarnya.

Meski demikian, warga enggan menutup akses menuju Pantai Cemare. Mereka khawatir kebijakan tersebut justru memukul pelaku wisata dan usaha kecil di kawasan itu.

“Kalau kami batasi wisatawan, kami juga yang rugi. Makanya kami kerjakan saja sambil jalan,” katanya.

Munawir menambahkan, keselamatan pengendara kini bergantung pada keberanian sopir melewati jembatan yang kondisinya semakin rapuh. “Kalau sopir berani, silakan lewat. Kalau tidak berani, ya balik kanan,” ucapnya.

Bertahun-tahun Menanti Perbaikan

Sebelumnya, kondisi jembatan kayu sepanjang sekitar 80 hingga 100 meter itu telah beberapa kali menjadi perhatian pemerintah. Bahkan, Gubernur NTB dan Bupati Lombok Barat pernah meninjau langsung lokasi tersebut. Namun, hingga kini belum ada pembangunan permanen.

Sebelumnya, Kepala Desa Lembar Selatan, H. Muhamad Saleh, mengakui perbaikan selama ini hanya berupa tambal sulam.

“Kalau untuk tambal sulam sudah sering kita lakukan. Tapi untuk pembangunan permanen, anggarannya cukup besar, sekitar Rp25 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat, Lalu Ratnawi menyatakan, pemerintah telah mengusulkan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat. “Kami sudah usulkan ke pusat dan tim pusat juga sudah turun. Semoga tidak ada kendala,” katanya.

Ratnawi menyebut, pembangunan jembatan permanen membutuhkan anggaran lebih dari Rp40 miliar karena bentangnya cukup panjang.

Meski begitu, selama usulan tersebut belum terealisasi, warga Cemare memilih tidak menunggu. Mereka kembali mengandalkan gotong royong agar akses menuju salah satu destinasi wisata pesisir Lombok Barat tetap bisa dilalui. (*)

Artikel Terkait