Lombok BaratPemerintahan

Waspadai Konflik Pilkades, Pendukung Diminta Tak Main Narasi Provokatif

Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah desa mulai mewaspadai potensi konflik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Lombok Barat (Lobar). Kekhawatiran itu muncul karena persaingan calon dapat memengaruhi hubungan sosial masyarakat.

Kepala Desa Gapuk, Nurdin, meminta seluruh calon menjaga narasi selama tahapan Pilkades. Ia menilai, calon dan pendukung harus menghindari pernyataan yang dapat memicu gesekan.

“Ya kalau kita di desa, menghimbau untuk para calon jangan ada semacam narasi yang  berlebihan,” ujarnya, Selasa, 1 September 2026.

IKLAN

Menurutnya, masyarakat terkadang menentukan pilihan berdasarkan kedekatan keluarga. Kondisi tersebut dapat memperbesar persaingan antarkelompok pendukung.

“Karena kita tahu persis di desa ini sangat risikan. Dan kita tahu persis juga bahwa kultur kita emosional, namun kita itu satu kesatuan,” katanya.

Waspadai Kampanye di Media Sosial

Selain itu, Nurdin mengingatkan calon dan pendukung mengenai penggunaan aplikasi digital. Menurutnya, media sosial dapat memperbesar gesekan selama masa kampanye.

IKLAN

Karena itu, ia meminta seluruh pihak menghindari konten yang menyerang calon lain. Ia juga meminta masyarakat tidak menyebarkan narasi yang memancing emosi.

“Kita berharap jangan ada narasi-narasi yang sifatnya mengarah ke keduanya” katanya.

Sementara itu, Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, mengambil langkah pencegahan sejak tahap awal. Pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memetakan potensi persoalan.

“Potensi-potensi, kami tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian terutama, karena lewat Bapak Binmaspol-nya,” kata Fitriati, Selasa, 1 Agustus 2026.

Fitriati menargetkan, seluruh tahapan Pilkades di Gerung berjalan aman dan kondusif. Ia juga berharap persoalan tidak berkembang hingga masuk ke ranah hukum.

“Tapi pada intinya kita kan menginginkan Pilkades ini bisa berjalan aman, kondusif, tidak ada kendala,” ujarnya.

Potensi Konflik Desa Taman Ayu Rendah

Di sisi lain, Kepala Desa Taman Ayu, Tajudin, menilai potensi konflik di wilayahnya masih relatif rendah. Ia mengacu pada pengalaman dua pelaksanaan pemilihan sebelumnya.

“Kalau saya lihat, tidak terlalu kalau di Taman Ayu. Enggak terlalu,” kata Tajudin.

Menurutnya, pengalaman panitia menjadi salah satu modal menjaga proses pemilihan. Panitia saat ini juga memiliki pengalaman menangani pemilihan sebelumnya.

“Karena panitianya cukup strong (kuat, red). Jadi potensinya kurang,” ujarnya.

Tajudin juga meminta calon mengendalikan pendukung masing-masing. Selain itu, ia mendorong tokoh masyarakat memperkuat komunikasi di setiap dusun.

“Saya kira kontrol masing-masing ya, kontrol masing-masing calon di desa masing-masing,” katanya.

Ia juga meminta para pemangku kepentingan aktif membangun komunikasi. Menurutnya, komunikasi dapat membantu mengendalikan emosi pendukung.

“Penguatan di masing-masing dusun terutama stakeholder ya perlu banyak ngopi dengan teman-teman stakeholder,” ujarnya.

Tajudin menilai, calon seharusnya mampu mengendalikan diri. Namun, ia mengingatkan potensi masalah justru dapat muncul dari pendukung.

“Kalau calon itu, dia berani nyalon itu karena memang sudah dewasa berpikirnya. Cuma nanti di ranah dukung-mendukung ini biasanya,” katanya. (*)

Artikel Terkait