Provinsi Jambi Jadikan Desa Wisata Lombok Timur Rujukan Kampung Wisata
Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kota Jambi tertarik mengadopsi praktik pengembangan desa wisata di Kabupaten Lombok Timur untuk mendukung program Kampung Wisata yang akan mereka kembangkan pada 2027.
Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, ketertarikan tersebut muncul setelah pihaknya melihat perkembangan desa wisata di Lombok Timur yang mampu mendorong perekonomian masyarakat.
Menurut Maulana, konsep tersebut memiliki kesamaan dengan program Kampung Bahagia yang saat ini Pemerintah Kota Jambi jalankan.
Melalui program itu, setiap RT mendapat dana pembangunan untuk mendorong pengembangan wilayah dengan mengandalkan gotong royong dan partisipasi masyarakat.
“Di tahun pertama ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa. Infrastruktur, kebersihan, tata kelola sampah, semuanya berkembang,” ujarnya, Selasa, 22 September 2026.
Ia menyebut, pemerintah Kota Jambi juga telah mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri terkait tata kelola persampahan.
Pengalaman tersebut kemudian mendorong Pemkot Jambi mengembangkan Kampung Bahagia menjadi Kampung Wisata pada tahun depan.
Lombok Timur jadi Rujukan
Maulana menyebut, Lombok Timur memiliki 92 desa wisata yang berkembang dengan pendekatan berbasis komunitas.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemkot Jambi menjadikan Lombok Timur sebagai rujukan dalam mengembangkan Kampung Wisata.
“Ini yang menjadi tempat kami untuk mengembangkan Kampung Wisata di tahun yang akan datang,” ujarnya.
Rencana kerja sama juga mencakup pembelajaran teknis pengembangan desa wisata. Pemkot Jambi ingin mempelajari pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pembinaan masyarakat, hingga cara mendorong warga agar terlibat dalam pembangunan kawasan wisata.
Maulana mengatakan, beberapa desa di Lombok Timur bahkan mampu membiayai pembangunan secara mandiri melalui pengelolaan potensi wisata.
Perkembangan tersebut dinilai turut membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
“Kami ingin mengambil praktik baiknya. Bagaimana pembentukan Pokdarwis, bagaimana pembinaan masyarakat untuk berpartisipasi membangun desanya menjadi desa wisata,” katanya.
Selain model pengelolaan, Maulana melihat kemiripan karakter budaya antara Jambi dan Lombok Timur.
Kedua daerah memiliki masyarakat yang mayoritas Muslim serta memiliki kekayaan budaya yang dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata.
“Tentu tidak 100 persen budayanya sama, tetapi ada kemiripan-kemiripan. Ini yang akan kita kembangkan,” ujarnya.
Pemkot Jambi dan Pemkab Lombok Timur selanjutnya berencana membangun kerja sama untuk bertukar pengalaman dan mengembangkan konsep Kampung Wisata.
“Insya Allah akan ada kerja sama, sehingga secara teknis saling kolaborasi, saling mengangkat baik Lombok Timurnya maupun Jambinya,” pungkasnya. (*)




