Mau Nonton MotoGP Mandalika Gratis? Berikut Lokasi Favorit dari Atas Bukit
Mataram (NTBSatu) – Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, selalu mendatangkan antusiasme tinggi dari ribuan penonton.
Masyarakat lokal maupun wisatawan yang tidak mengantongi tiket grandstand bisa memanfaatkan perbukitan di sekeliling area kawasan ITDC. Terutama untuk menikmati keseruan balapan.
Dari atas ketinggian, penonton bisa memantau persaingan para pembalap sekaligus menikmati pemandangan alam Pesisir Kuta Mandalika. Sejumlah bukit menyajikan sudut pandang berbeda ke arah lintasan sirkuit sepanjang 4,31 kilometer.
Berikut tiga lokasi bukit unggulan yang menjadi favorit penonton MotoGP Mandalika.
Bukit Seger
Bukit Seger menjadi lokasi favorit penonton yang ingin melihat aksi pembalap dari jarak dekat. Lokasi ini berhadapan langsung dengan area lintasan di Tikungan 10, 11, dan 12.
Penonton di puncak bukit ini dapat mengamati teknik para pembalap saat merebut posisi di tikungan tajam. Selain itu, lokasi ini menawarkan pemandangan latar belakang Pantai Kuta yang indah.
Pengunjung cukup membayar biaya retribusi parkir atau kebersihan yang masyarakat setempat kelola untuk memasuki area ini.
360 Degree Hill
360 Degree Hill berada di posisi strategis yang menampilkan panorama kawasan ITDC secara menyeluruh. Dari puncak bukit ini, penonton memperoleh sudut pandang memutar hingga 360 derajat.
Lanskap yang luas memungkinkan penonton memantau pergerakan di area paddock, alur jalan sirkuit, hingga garis pantai Mandalika dari ketinggian. Pilihan ini sangat cocok bagi penonton yang mengincar suasana santai tanpa harus berdesakan di sekitar pagar pembatas sirkuit.
Bukit Merese
Bukit Merese yang terletak di sisi timur kawasan menyajikan pengalaman menonton dari sudut pandang yang lebih jauh. Meskipun tidak menghadap langsung ke tikungan balap, bukit ini memperlihatkan lanskap Sirkuit Mandalika yang membentang di pesisir pantai.
Pengunjung bisa memanfaatkan lokasi ini untuk menggabungkan pengalaman memantau atmosfer balapan dengan menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) di atas tebing pantai.
Di sisi lain, pengelola mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan serta memperhatikan keselamatan diri saat memanjat area perbukitan. (*)




