Tekan Angka Rujukan, RSUD Asy-Syifa’ Siapkan Tiga Dokter Spesialis
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Manajemen RSUD Asy-Syifa’ Taliwang terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui rencana penambahan tiga dokter spesialis baru.
Pihak rumah sakit mengambil kebijakan ini guna menekan angka rujukan pasien menuju luar daerah akibat keterbatasan tenaga medis spesialis.
Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., mencatat angka rujukan pasien berada pada kisaran tiga hingga lima persen dari total kunjungan bulanan. Penanganan kasus patah tulang, gangguan urologi, serta terapi kanker menjadi penyebab utama rujukan tersebut.
“Rujukan terjadi karena dokter spesialis penanggung jawab pasien untuk kasus tersebut belum ada di rumah sakit kita. Kasus seperti patah tulang, urologi, dan kanker selama ini terpaksa dirujuk ke luar,” ujarnya kepada NTBSatu, Sabtu, 12 September 2026.
Pemerintah daerah bersama manajemen rumah sakit memprioritaskan pemenuhan layanan medis mendesak bagi masyarakat. Pihak rumah sakit siap merealisasikan penambahan tenaga medis mulai Oktober mendatang melalui skema nota kesepahaman.
“Rencananya bulan sepuluh depan kita sudah ber-MoU dengan tiga spesialis. Dokter yang akan bertugas meliputi spesialis bedah onkologi, jantung dan pembuluh darah, serta kebidanan dan kandungan,” jelasnya.
Pihak Manajemen RSUD Asy-Syifa’ menggunakan pemetaan data rujukan emergency maupun non-emergency sebagai acuan utama penetapan target layanan. Rumah sakit menerapkan standar baru agar fasilitas lokal mampu menangani pasien secara penuh.
“Seluruh dokter spesialis yang ada saat ini sudah memiliki komitmen bersama. Pasien yang memang bisa dirawat di sini tidak akan dirujuk, kecuali jika alat medis pendukungnya belum tersedia,” paparnya.
Manajemen menargetkan penurunan angka rujukan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah sekaligus meringankan beban pasien BPJS. Kunjungan pasien rawat jalan saat ini mencapai 4.600 hingga 4.800 orang per bulan, sementara rawat inap berkisar 500 pasien.
“Langkah ini penting agar potensi pendapatan rumah sakit bisa maksimal. Layanan yang lengkap membuat masyarakat Sumbawa Barat tidak perlu lagi menghabiskan biaya tinggi untuk berobat keluar daerah,” pungkasnya. (*)




