Jelang MotoGP Mandalika, Dua Kapal DLU Gili Mas Hampir Penuh
Lombok Barat (NTBSatu) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 pada 9-11 Oktober, mulai meningkatkan arus penumpang melalui jalur laut. PT Dharma Lautan Utama (DLU) Lembar menyiapkan dua armada untuk melayani rute Surabaya-Lombok selama periode tersebut.
Manajer Cabang PT DLU Lembar, Firman Dandy mengatakan, dua kapal tetap beroperasi dengan jadwal rutin. Kedua kapal melayani keberangkatan dari Surabaya dan Lombok setiap hari.
“Memang kami menyediakan dua armada yang setiap hari ada keberangkatan dari Surabaya dan dari Lombok,” kata Firman, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurutnya, sejumlah rombongan penumpang dan komunitas kendaraan dari Jawa sudah memesan tiket. Pergerakan penumpang dari Jawa mulai meningkat sejak beberapa hari sebelum MotoGP berlangsung.
“Di tanggal H-3, H-4 atau H-5 sudah mulai ada pergeseran dari Jawa,” ujarnya.
Peningkatan tersebut membuat okupansi pemesanan tiket mendekati kapasitas penuh. Firman menyebut kenaikan jumlah penumpang tahun ini mencapai 25 persen.
“Untuk peningkatan penumpang sudah 25 persen,” katanya.
Dua Kapal Dinilai Masih Cukup
DLU mengoperasikan KM Dharma Kencana dan KM Kirana 7 untuk rute tersebut. KM Dharma Kencana mampu mengangkut 554 penumpang dan 84 kendaraan campuran. Sementara KM Kirana 7 memiliki kapasitas 471 penumpang dan 62 kendaraan campuran.
Firman mengatakan DLU belum menambah armada untuk menghadapi lonjakan MotoGP. “Kalau penambahan armada belum ada untuk saat ini, untuk dua kapal ini sudah mencukupi,” ujarnya.
DLU juga mengoperasikan dua terminal untuk mendukung pelayanan penyeberangan. Terminal tersebut berada di Pelabuhan Lembar Sejahtera dan Pelabuhan Lembar Kedaro.
Firman juga memastikan tarif tiket tidak berubah selama gelaran MotoGP. Harga tiket tetap mengikuti tarif reguler meski permintaan meningkat.
“Untuk tiket selama gelaran MotoGP tidak ada perubahan,” katanya.
ITDC Klaim Konektivitas Bukan Lagi Masalah
Direktur Operasional ITDC sekaligus Chairman MotoGP Mandalika, Troy Reza Warokka, mengapresiasi dukungan DLU. Menurutnya, penyediaan armada laut menunjukkan dampak MotoGP meluas ke sektor transportasi.
“MotoGP itu bukan hanya bicara mengenai balap, tapi juga bicara mengenai dampak-dampak ekonomi, dalam hal ini adalah transportasi,” ujar Troy saat diwawancarai di atas kapal KM Dharma Kencana, Selasa, 6 Oktober 2026.
Troy menyebut rute Surabaya-Lombok membutuhkan waktu sekitar 18 jam. Namun, ia menilai durasi tersebut tidak menjadi persoalan karena kapal memiliki fasilitas yang cukup lengkap.
Kapal menyediakan kelas ekonomi, executive suite, kabin kapsul, hingga kelas VIP. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan pilihan transportasi bagi penonton MotoGP.
Troy bahkan menilai jalur laut dapat menjadi pilihan ekonomis bagi komunitas dari Jawa. Ia menyebut sejumlah komunitas sepeda motor telah merencanakan perjalanan menuju Mandalika.
“Pasti kan yang dipakai adalah kapal laut. Jadi artinya bahwa itu sangat bermanfaat,” ujarnya.
Bagi ITDC, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada MotoGP tahun ini. Troy berharap kerja sama transportasi laut terus berjalan untuk event internasional berikutnya.
“Intinya semua kita menyediakan kebutuhan masyarakat untuk memudahkan berangkat ke event ini,” pungkas Troy. (*)




