Sumbawa Barat

Perluas Akses Kerja, BLK KSB Buka Delapan Kelas Vokasi Nasional

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat tidak hanya memfokuskan pelatihan kerja pada sektor industri pertambangan. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pemerintah daerah juga menggenjot program pelatihan vokasi nasional.

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas diversifikasi keterampilan pemuda lokal di luar sektor alat berat. Pemkab Sumbawa Barat memanfaatkan kucuran dana APBN untuk menyelenggarakan delapan kelas pelatihan secara bertahap.

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) KSB, Randi Darmansyah, membeberkan bahwa pihak dinas saat ini sedang menjalankan empat kelas pelatihan tahap awal. Pihaknya membuka kesempatan belajar pada sektor ekonomi kreatif hingga teknik manufaktur.

IKLAN

“Saat ini empat kelas vokasi nasional sedang berjalan di BLK. Pelatihan tersebut mencakup operator komputer, barista, pembuat roti, dan otomasi listrik industri,” ujar Randi kepada NTBSatu, Minggu, 30 Agustus 2026.

Randi menjelaskan, pemilihan jenis pelatihan ini menyesuaikan dengan tren kebutuhan pasar kerja saat ini. Pihaknya ingin melahirkan wirausahawan baru sekaligus tenaga teknis yang kompeten dan siap pakai di Sumbawa Barat.

Selain empat kelas yang sedang berjalan, BLK KSB juga sedang menyiapkan empat kelas pelatihan tahap berikutnya. Panitia memproyeksikan kelas lanjutan tersebut akan bergulir dalam waktu dekat.

IKLAN

“Kami sedang menyiapkan empat kelas lanjutan untuk tahap berikutnya. Pelatihan tersebut meliputi dua kelas welder 3G, menjahit, serta desain grafis,” jelas Randi.

Program vokasi nasional ini berjalan secara simultan dengan program pelatihan kompetensi berbasis anggaran daerah. Pemerintah daerah terus mengoptimalkan fasilitas BLK demi menampung ratusan peserta dari berbagai bidang keahlian.

Randi menegaskan, seluruh peserta program vokasi nasional ini tidak dipungut biaya apa pun. Pemerintah pusat dan daerah menanggung penuh seluruh kebutuhan sarana dan prasarana pelatihan peserta.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk menekan angka pengangguran terbuka di Sumbawa Barat. Kami menyediakan berbagai pilihan keahlian agar pemuda lokal siap bersaing,” pungkas Randi. (*)

Artikel Terkait